Kebersamaan Tanpa Sekat, Satgas TMMD dan Warga Mekarsari Santap Nasi Liwet Bersama

CILEGON, WILIP.ID – Di tengah riuh suara alat berat dan semangat gotong royong pembangunan jalan di Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, ada pemandangan sederhana yang justru meninggalkan kesan mendalam. Personel Satgas TMMD ke-128 Kodim 0623/Cilegon duduk lesehan bersama warga menikmati nasi liwet di atas hamparan daun pisang. Tidak ada sekat. Tidak ada jarak. Yang terlihat hanya keakraban antara TNI dan masyarakat.

Momen penuh kehangatan itu berlangsung di Kantor Kelurahan Mekarsari, Minggu, 17 Mei 2026. Kegiatan makan bersama digelar sebagai bentuk mempererat silaturahmi sekaligus menjaga kekompakan setelah hampir tiga pekan personel Satgas TMMD dan warga berjibaku menuntaskan pengerasan jalan yang menjadi sasaran utama program TMMD ke-128.

Menu yang tersaji memang sederhana. Nasi liwet hangat, ikan bakar, tempe, lalapan, dan sambal. Namun dari kesederhanaan itulah lahir suasana kekeluargaan yang sulit digambarkan dengan kata-kata. Tawa warga pecah di sela obrolan santai. Personel TNI yang sebelumnya sibuk bekerja di lapangan tampak larut dalam kebersamaan bersama masyarakat.

Hamparan daun pisang yang dijadikan alas makan semakin menambah nuansa guyub khas pedesaan. Tradisi makan bersama itu menjadi ruang tanpa formalitas, tempat seluruh elemen saling berbagi cerita, pengalaman, hingga berdiskusi ringan mengenai progres pembangunan jalan agar bisa rampung maksimal.

Dan SSK Satgas TMMD ke-128, Kapten Inf Dede Sukendar, mengatakan kegiatan ririungan tersebut bukan sekadar makan bersama, tetapi menjadi sarana efektif untuk membangun komunikasi yang lebih cair antara personel Satgas dan masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami dapat saling mengisi dan melengkapi jika ada kekurangan dalam menyelesaikan pengerasan jalan yang menjadi sasaran utama TMMD 128 di wilayah Mekarsari,” ujar Kapten Dede, Minggu malam, 17 Mei 2026.

Menurutnya, kekompakan yang terbangun di luar aktivitas pekerjaan lapangan menjadi modal penting agar seluruh program TMMD berjalan optimal dan selesai tepat waktu.

Di balik suasana hangat itu, ada sosok sederhana yang menjadi motor penggerak kebersamaan warga, yakni Ketua RW 05 Lingkungan Langon, Mukhlis. Sosok yang dikenal aktif turun langsung ke lapangan tersebut dinilai berhasil membangkitkan semangat gotong royong masyarakat selama pelaksanaan TMMD berlangsung.

Mukhlis tidak hanya hadir memberi arahan, tetapi juga menjadi contoh nyata bagi warga. Bahkan ikan bawal bakar yang disantap bersama dibeli menggunakan uang pribadinya tanpa meminta iuran kepada masyarakat. Ia juga berinisiatif memotong daun pisang bersama anaknya untuk dijadikan alas makan agar suasana terasa lebih akrab dan membumi.

“Jika kita tidak bisa memberikan materi, maka kita berikan tenaga dan waktu kita. Namun jika tidak bisa, maka kita berikan sumbangsih pikiran. Dan jika tidak bisa juga, setidaknya kita bisa selalu memberikan doa,” kata Mukhlis yang langsung disambut gelak tawa dan tepuk tangan warga.

Kalimat sederhana itu ternyata menjadi penyemangat tersendiri bagi masyarakat. Warga pun terus hadir dalam setiap tahapan kegiatan TMMD, mulai dari pengerjaan fisik hingga membantu kebutuhan personel Satgas di lapangan.

Iman, salah satu warga Mekarsari, mengaku kagum terhadap sosok Ketua RW tersebut. Menurutnya, Mukhlis merupakan figur pemimpin yang lebih banyak bekerja daripada berbicara.

“Beliau selalu ada di lapangan. Bukan cuma menyuruh, tapi ikut kerja bersama warga dan TNI,” ujar Iman.

Sementara itu, Dandim 0623/Cilegon selaku Dansatgas TMMD ke-128 memberikan apresiasi kepada seluruh personel Satgas, tokoh masyarakat, dan warga Kelurahan Mekarsari atas soliditas yang terbangun selama program berlangsung.

Menurutnya, esensi utama TMMD bukan hanya membangun infrastruktur fisik semata, melainkan memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat secara nyata.

“TMMD bukan sekadar membangun jalan, tetapi membangun kebersamaan, kepedulian, dan semangat gotong royong masyarakat,” tegasnya.

Melalui momentum TMMD ke-128, Kodim 0623/Cilegon berharap budaya guyub dan kepedulian sosial terus tumbuh di tengah masyarakat. Semangat itulah yang diyakini menjadi fondasi penting dalam membangun desa sekaligus menyongsong visi besar Indonesia Emas melalui kekuatan masyarakat yang peduli, tangguh, dan bermartabat.

(Has/Red*)