CILEGON, WILIP.ID — Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 yang dijalankan Kodim 0623/Cilegon mencatat capaian signifikan. Pada hari ke-23 pelaksanaan program, pembangunan badan jalan baru sepanjang 2.800 meter di Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, dinyatakan rampung 100 persen.
Jalan dengan lebar enam meter itu kini menjadi akses baru yang menghubungkan kawasan pertanian warga dengan jalur distribusi menuju pusat ekonomi perkotaan. Selama bertahun-tahun, warga di wilayah tersebut menghadapi keterbatasan akses transportasi yang berdampak langsung pada tingginya biaya angkut hasil pertanian dan lambatnya mobilitas barang maupun manusia.
Pembangunan infrastruktur melalui program TMMD kali ini tidak hanya dipandang sebagai proyek fisik semata, melainkan bagian dari upaya membuka keterisolasian wilayah yang selama ini menjadi hambatan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Komandan Satgas TMMD ke-128 Kodim 0623/Cilegon, Letkol Inf Imam Buchori, mengatakan keberhasilan penyelesaian pembangunan jalan tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas sektor antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat.
“Capaian ini bukan sekadar penyelesaian pembangunan jalan. Ini adalah bentuk nyata sinergi antara TNI dan rakyat untuk membuka akses kesejahteraan masyarakat,” ujar Imam Buchori, Kamis, 14 Mei 2026.
Sebanyak 172 personel gabungan dikerahkan dalam pengerjaan proyek tersebut. Di lapangan, keterlibatan masyarakat juga terlihat dominan. Warga terlibat secara swadaya, mulai dari proses pembukaan lahan hingga pengerjaan badan jalan.
Model gotong royong yang dibangun dalam program TMMD menjadi salah satu faktor percepatan pembangunan. Di tengah keterbatasan medan dan cuaca, pengerjaan jalan tetap berjalan sesuai target.
Bagi warga Mekarsari, keberadaan jalan baru ini diproyeksikan membawa dampak ekonomi yang cukup besar. Jalur distribusi hasil pertanian kini menjadi lebih pendek dan efisien. Ongkos logistik diperkirakan menurun, sementara waktu tempuh menuju pasar menjadi lebih cepat.
Di sisi lain, terbukanya akses kawasan juga diyakini akan memicu pertumbuhan ekonomi baru di sekitar koridor jalan. Potensi usaha mikro, distribusi hasil bumi, hingga kenaikan nilai aset tanah warga diperkirakan ikut terdorong seiring meningkatnya konektivitas wilayah.
Program TMMD selama ini memang tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat desa. Karena itu, pembangunan jalan di Mekarsari dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi pengembangan kawasan pinggiran di Kota Cilegon.
Imam Buchori menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelesaian proyek tersebut. Menurut dia, keberhasilan pembangunan tidak mungkin tercapai tanpa dukungan masyarakat yang terlibat aktif selama proses pengerjaan berlangsung.
“Semangat kebersamaan yang terbangun selama TMMD menjadi kekuatan utama dalam menyelesaikan program ini,” katanya.
(Has/Red*)















