Kisah Muhajir, Tukang Parkir di Citangkil yang Kini Bisa Tersenyum Saat Rumahnya Direhab TNI

CILEGON, WILIP.ID — Di tengah hiruk-pikuk kendaraan yang setiap hari ia atur di kawasan Citangkil, Muhajir tak pernah benar-benar memikirkan dirinya sendiri. Penghasilannya sebagai tukang parkir yang tak menentu, bahkan kerap hanya cukup untuk kebutuhan makan harian, membuat impian memperbaiki rumah nyaris mustahil diwujudkan.

Bertahun-tahun Muhajir bersama keluarganya tinggal di rumah sederhana di Link Kelelet, Kelurahan Warnasari, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon. Kondisinya jauh dari kata layak. Atap rumah bocor saat hujan turun, dinding mulai rapuh dimakan usia, kusen kayu lapuk, hingga lantai rumah yang rusak membuat penghuni tak lagi merasa nyaman.

Namun kini, perlahan harapan itu datang.

Melalui program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 0623/Cilegon, rumah Muhajir menjadi salah satu sasaran program rehab rumah tidak layak huni (Rutilahu). Program tersebut bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga menghadirkan kepedulian nyata bagi masyarakat kecil yang selama ini hidup dalam keterbatasan.

Sejak beberapa hari terakhir, suasana di rumah Muhajir mulai berubah. Personel TNI bersama warga tampak bergotong royong membongkar bagian bangunan yang rusak. Suara palu dan aktivitas pembangunan menjadi pertanda bahwa rumah yang sebelumnya penuh kekhawatiran kini sedang dibangun kembali menjadi tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman.

Babinsa Kelurahan Warnasari, Junedi, mengatakan program rehab rumah tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran TNI di tengah masyarakat.

“Ini merupakan bentuk kepedulian TNI kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan, khususnya warga dengan kondisi ekonomi terbatas. Kami berharap rumah ini nantinya menjadi lebih layak dan nyaman untuk ditempati,” ujar Junedi.

Ia menjelaskan, progres pembangunan rumah Muhajir saat ini telah mencapai sekitar 10 persen dan ditargetkan rampung sebelum penutupan TMMD 128.

Program TMMD sendiri selama ini dikenal bukan hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyentuh persoalan sosial masyarakat. Mulai dari pembangunan jalan lingkungan, fasilitas umum, hingga membantu warga kurang mampu melalui program rehab rumah.

Bagi Muhajir, bantuan tersebut menjadi berkah besar yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Di tengah keterbatasan ekonomi yang dihadapi setiap hari, ia akhirnya bisa melihat rumahnya diperbaiki lewat semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat.

Kehangatan kebersamaan itu menjadi bukti bahwa TMMD bukan sekadar program pembangunan, melainkan juga menghadirkan harapan baru bagi warga kecil yang selama ini hidup dalam keterbatasan.

(Has/Red*)