CILEGON, WILIP.ID — Di tengah deretan rumah padat di Komplek Taman Raya Cilegon, Kelurahan Gedong Dalem, Kecamatan Jombang, berdiri sebuah rumah sederhana yang selama bertahun-tahun dihuni seorang warakawuri lanjut usia bernama Niah. Di usia sekitar 78 tahun, perempuan yang merupakan istri almarhum veteran TNI berpangkat Sersan Satu itu hidup dalam kondisi rumah yang jauh dari kata layak.
Plafon rumah nyaris ambruk. Dinding kamar masih menggunakan triplek rapuh. Bagian dapur bahkan hanya tersusun dari bata tanpa plester dengan kondisi lembab dan minim sanitasi. Rumah itu bukan hanya menua, tetapi perlahan menjadi ancaman bagi penghuninya sendiri.
Kondisi tersebut akhirnya menjadi perhatian Kodim 0623/Cilegon melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 tahun 2026. Rumah milik Niah ditetapkan sebagai sasaran rehabilitasi rumah tidak layak huni (Rutilahu) ke-10 dalam program yang menyasar masyarakat kurang mampu dan kelompok rentan.
Bati Komsos Kodim 0623/Cilegon, Uung Suryana, mengatakan rumah tersebut diprioritaskan karena kondisinya sudah memprihatinkan dan tidak layak ditempati, terlebih bagi lansia.
“Untuk kegiatan hari ini TMMD ke-128 tahun 2026, kita berada di lokasi Rutilahu ke-10. Ini diperuntukkan bagi warakawuri, istri veteran yang dulunya anggota TNI berpangkat Sersan Satu,” kata Uung, Kamis, 7 Mei 2026.
Menurut Uung, sebagian besar struktur rumah mengalami kerusakan cukup serius. Selain plafon yang rusak hampir di sebagian besar ruangan, kamar tidur juga masih menggunakan material seadanya yang dinilai tidak memenuhi standar kesehatan maupun keselamatan.
“Kamarnya masih dari triplek, sekitar 70 persen plafon hancur, dapur juga masih bata tanpa plester. Dari sisi kesehatan tentu kurang layak,” ujarnya.
Melalui program TMMD, personel TNI melakukan rehabilitasi menyeluruh. Tidak sekadar tambal sulam, perbaikan dilakukan dari fondasi kenyamanan dasar sebuah hunian. Mulai dari pembangunan kamar baru, penggantian plafon dan kusen, perbaikan dapur dan kamar mandi, hingga pemasangan keramik agar rumah menjadi lebih bersih dan aman dihuni.
Dapur yang sebelumnya kusam kini diplester dan dilengkapi meja dapur sederhana. Area kamar dan lantai rumah juga diperbaiki agar tidak lagi membahayakan penghuni yang sudah lanjut usia.
Program tersebut bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan menghadirkan kembali rasa aman bagi seorang ibu lansia yang selama ini hidup dalam keterbatasan. Di tengah derasnya pembangunan kota industri, masih terdapat warga yang bertahan di rumah nyaris roboh tanpa kemampuan memperbaiki sendiri.
Uung berharap rehabilitasi rumah tersebut dapat memberikan kehidupan yang lebih layak bagi Niah dan keluarganya.
“Semoga kegiatan ini bisa bermanfaat untuk Bu Niah ke depan. Mengingat usia beliau sudah lanjut, maka kita prioritaskan agar rumah ini lebih aman dan layak ditempati,” ungkapnya.
TMMD ke-128 yang dijalankan Kodim 0623/Cilegon kembali menunjukkan bahwa pembangunan tidak melulu soal infrastruktur besar dan proyek monumental. Di balik program itu, terdapat upaya menghadirkan negara di tengah masyarakat kecil—terutama mereka yang selama ini hidup dalam keterbatasan dan nyaris luput dari perhatian.
(Has/Red*)















