CILEGON, WILIP.ID — Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 yang dilaksanakan Kodim 0623/Cilegon resmi ditutup pada Kamis, 21 Mei 2026. Seluruh sasaran fisik dan nonfisik yang dikerjakan sejak 22 April lalu diklaim selesai 100 persen.
Penutupan program berlangsung di Lapangan Pelabuhan Indah Kiat, Kota Cilegon, dipimpin Komandan Korem 064/Maulana Yusuf Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto.
Dalam amanat Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih yang dibacakannya, Daru mengatakan TMMD merupakan bagian dari upaya memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat melalui pembangunan berbasis kolaborasi.
“Tema ‘TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa’ mencerminkan semangat gotong royong antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan,” kata Daru.
Program TMMD di Kota Cilegon mencakup pembangunan infrastruktur lingkungan, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), serta kegiatan nonfisik seperti penyuluhan kesehatan dan wawasan kebangsaan.
Wali Kota Cilegon, Robinsar, menyebut program tersebut membantu pemerintah daerah di tengah keterbatasan anggaran pembangunan.
Menurut dia, jumlah RTLH di Kota Cilegon saat ini diperkirakan mencapai 2.000 hingga 2.500 unit. Sementara kemampuan APBD hanya mampu membiayai perbaikan sekitar 300 rumah per tahun.
“Karena itu, kolaborasi dengan TNI, Polri, dan sektor industri melalui CSR menjadi penting untuk mempercepat penanganan RTLH,” ujar Robinsar.
Ia menilai keterlibatan berbagai pihak diperlukan agar persoalan sosial dan pembangunan dasar masyarakat tidak sepenuhnya bergantung pada kemampuan fiskal daerah.
TMMD merupakan program terpadu antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat yang difokuskan pada percepatan pembangunan wilayah serta penguatan ketahanan sosial masyarakat desa dan kawasan pinggiran.
(Has/Red*)















