Profil Amirudin Ma’ruf, Pengusaha Lokal yang Siap Pimpin Kadin Cilegon

CILEGON, WILIP.ID — Perjalanan hidup Amirudin Ma’ruf tidak lahir dari kemewahan atau jalan instan. Di balik posisinya sebagai Direktur CV Asia Karya Mandiri dan calon Ketua Kadin Kota Cilegon, tersimpan kisah panjang tentang kerja keras, organisasi, dan perjuangan membangun usaha dari nol.

Pria yang kini dikenal di kalangan pengusaha lokal Cilegon itu mengawali langkahnya sebagai loper koran saat masih menjadi mahasiswa di UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten pada awal 2000-an.

Saat mahasiswa lain sibuk menyelesaikan tugas kuliah, Amirudin justru membagi waktunya antara aktivitas kampus dan mencari penghasilan. Dari menjual koran, ia kemudian berkembang menjadi agen dengan puluhan karyawan.

“Dari situ saya belajar soal tanggung jawab, disiplin, dan menjaga kepercayaan,” kata Amirudin.

Kepercayaan memang menjadi prinsip hidup yang terus dipegangnya hingga kini. Ia mengaku nilai itu diwariskan langsung oleh kedua orang tuanya yang berprofesi sebagai petani dan pedagang.

Menurut Amirudin, didikan keluarga mengajarkannya bahwa hidup bukan sekadar mencari keuntungan, tetapi juga tentang bagaimana menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain.

Aktif Organisasi Sejak Mahasiswa

Selain aktif berwirausaha, Amirudin juga dikenal aktif di dunia organisasi sejak masa kuliah. Ia ikut mendirikan organisasi mahasiswa daerah dan terlibat di berbagai organisasi intra maupun ekstra kampus.

Ia pernah menjadi pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Wakil Direktur Koperasi Mahasiswa Al-Hikmah, pengurus LDK UIN SMH Banten, Dewan Perwakilan Mahasiswa kampus, Ketua Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) Kota Cilegon, hingga Komite Tetap (Komtap) Hubungan Tenaga Kerja Kadin Provinsi Banten.

Pengalaman organisasi itu, menurutnya, menjadi sekolah kepemimpinan yang membentuk cara berpikir dan kemampuannya membangun komunikasi dengan banyak pihak.

“Organisasi mengajarkan saya bagaimana bekerja bersama, menghargai orang lain, dan mencari solusi,” ujarnya.

Di lingkungan masyarakat, Amirudin juga aktif sebagai Ketua RT, Ketua Pokmas Kelurahan Panggung Rawi, hingga pernah menjabat Ketua LPM Kelurahan.

Bangun Usaha dari Satu Menjadi Delapan Perusahaan

Pada 2007, Amirudin mulai mendirikan CV Asia Karya Mandiri di Kota Cilegon. Usaha yang awalnya dirintis secara sederhana itu perlahan berkembang.

Ia mengaku perjalanan membangun usaha tidak selalu mudah. Persaingan bisnis, tantangan modal, hingga menjaga relasi menjadi bagian dari proses yang harus dilalui.

Namun, berkat konsistensi dan menjaga hubungan baik dengan banyak pihak, usaha yang dibangunnya terus berkembang. Kini, Amirudin menyebut telah memiliki delapan badan usaha.

“Yang paling penting itu menjaga kepercayaan. Kalau orang sudah percaya, kerja sama akan terus berjalan,” katanya.

Ingin Jadikan Kadin Rumah Besar Pengusaha Lokal

Keputusan Amirudin maju sebagai calon Ketua Kadin Kota Cilegon dilatarbelakangi keinginannya memperkuat posisi pengusaha lokal di tengah pesatnya pertumbuhan industri di Cilegon.

Ia menilai, selama ini pengusaha lokal belum sepenuhnya mendapatkan ruang yang adil dalam ekosistem industri.

Karena itu, Amirudin ingin menjadikan Kadin sebagai rumah besar bagi para pengusaha lokal agar bisa lebih solid dan mampu berkolaborasi dengan industri maupun pemerintah daerah.

Menurut dia, tantangan terbesar pengusaha lokal saat ini bukan hanya soal modal, tetapi juga soal kesiapan sumber daya manusia dan pola pikir usaha.

“Pengusaha lokal harus meningkatkan kualitas, kredibilitas, dan kemampuan supaya mampu bersaing dan dipercaya industri,” ujarnya.

Keterangan Foto : Kadin Banten Amirudin Ma’ruf saat memberikan materi mewakili Kadin Banten dalam kegiatan lokakarya pemetaan potensi kolaborasi antara SMK dan sektor swasta guna memperkuat link and match pendidikan vokasi dengan dunia industri dan dunia kerja di Provinsi Banten.

Fokus UMKM dan Lapangan Kerja

Jika dipercaya memimpin Kadin Kota Cilegon, Amirudin mengaku akan fokus pada penguatan UMKM dan pembukaan lapangan kerja.

Ia menyiapkan program pendataan pelaku UMKM hingga tingkat kelurahan, pelatihan usaha, penguatan akses permodalan, hingga kolaborasi dengan dunia industri melalui program CSR.

Selain itu, ia juga ingin memperkuat pelatihan keterampilan bagi masyarakat agar lebih siap masuk ke dunia industri.

Menurut Amirudin, pertumbuhan investasi di Cilegon harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitar.

“Industri besar harus tumbuh bersama masyarakat lokal. Harus ada hubungan yang saling menguntungkan,” katanya.

Terinspirasi Jusuf Kalla

Dalam perjalanan hidup dan organisasinya, Amirudin mengaku banyak terinspirasi oleh sosok Jusuf Kalla.

Ia menilai Jusuf Kalla merupakan figur pengusaha sekaligus pemimpin yang mampu membangun komunikasi dengan banyak pihak.

Bagi Amirudin, kepemimpinan bukan soal kekuasaan, melainkan kemampuan menyatukan berbagai kepentingan demi tujuan bersama.

“Saya ingin Kadin menjadi organisasi yang inklusif, profesional, dan benar-benar menjadi wadah pengusaha Kota Cilegon,” pungkasnya.

(Adv*)