Figur Perempuan Warnai Bursa Ketua KADIN Cilegon, Shinta Bawa Semangat Perubahan

CILEGON, WILIP.ID – Bursa pemilihan Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Cilegon periode 2026–2031 mulai menjadi perhatian publik. Munculnya nama Shinta Permatasari sebagai bakal calon dinilai membawa warna baru dalam dinamika organisasi pengusaha di Kota Baja.

Tak sekadar hadir sebagai kandidat, kemunculan figur perempuan dalam kontestasi KADIN disebut menjadi simbol perubahan dan modernisasi kepemimpinan dunia usaha di daerah.

Di tengah dominasi laki-laki dalam struktur organisasi ekonomi dan industri, hadirnya perempuan dinilai menghadirkan perspektif baru yang lebih inklusif, komunikatif, dan kolaboratif.

Shinta Permatasari sendiri maju dengan visi “Membangun Ekonomi Cilegon yang Tangguh dan Inklusif”. Ia ingin menjadikan KADIN sebagai ruang bersama yang mampu menghubungkan kepentingan industri besar, UMKM, investor, hingga masyarakat lokal.

Sejumlah pelaku usaha menilai, pola kepemimpinan dunia usaha saat ini tidak lagi hanya soal kekuatan jaringan dan struktur organisasi. Kemampuan membangun komunikasi lintas sektor serta memahami kebutuhan masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam menghadapi tantangan ekonomi modern.

“Kehadiran perempuan di bursa Ketua KADIN membawa energi baru. Ada semangat perubahan dan pendekatan yang lebih terbuka,” ujar salah satu pelaku usaha di Cilegon Opik Deo, Jumat malam (22/5/2026).

Kota Cilegon yang dikenal sebagai kota industri dengan kultur kepemimpinan yang kuat dan maskulin kini dinilai mulai bergerak menuju pola kepemimpinan yang lebih progresif. Kehadiran perempuan dalam organisasi strategis seperti KADIN dianggap menjadi bagian dari perubahan tersebut.

Tak hanya itu, peran perempuan dalam sektor ekonomi lokal juga terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Mulai dari UMKM kuliner, perdagangan, jasa kreatif hingga usaha berbasis digital, banyak digerakkan oleh pelaku usaha perempuan.

Karena itu, munculnya nama Shinta Permatasari dinilai bukan sekadar soal representasi gender. Lebih jauh, hal itu dianggap menjadi penanda bahwa dunia usaha di daerah mulai membuka ruang lebih luas terhadap kepemimpinan berbasis kompetensi dan gagasan.

Dukungan terhadap langkah Shinta pun terus bermunculan dari berbagai komunitas usaha dan tokoh masyarakat. Mereka berharap KADIN ke depan tidak hanya fokus pada pertumbuhan investasi, tetapi juga mampu menciptakan pemerataan peluang usaha bagi masyarakat lokal.

Di tengah tantangan ekonomi global dan persaingan industri yang semakin ketat, KADIN Kota Cilegon dinilai membutuhkan sosok pemimpin yang mampu membangun kolaborasi, memperkuat pelaku usaha lokal, sekaligus menghadirkan organisasi yang lebih adaptif terhadap perubahan zaman.

(Has/Red*)