CILEGON, WILIP.ID – Keluhan warga Kelurahan Pabean, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, terkait debu yang diduga berasal dari aktivitas pertambangan di Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, terus bermunculan. Jika sebelumnya warga mengeluhkan gangguan kesehatan berupa batuk-batuk dan sesak napas, kini dampak debu juga mulai dirasakan para petani yang tanaman mereka terancam rusak.
Salah seorang petani di Kelurahan Pabean, Ali Subro, mengaku kecewa karena hingga saat ini belum terlihat langkah nyata dari pemerintah maupun instansi terkait untuk mengatasi persoalan tersebut.
Menurutnya, kondisi debu yang semakin tebal membuat warga tidak lagi nyaman beraktivitas di lingkungan rumah. Bahkan tanaman yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat mulai menunjukkan gejala kerusakan.
“Iye kien duh. Kapan ane tindakan nyata yeeee. Wes ore nyaman duduk santai neng teras umah. Terus tanduran pade kena dampak. Pade mati, pade kuning akibat debu tebal nempel neng tanduran,” keluh Ali Subro kepada wartawan, Selasa (23/6/2026).

Subro menjelaskan, lapisan debu yang menempel di daun tanaman diduga menghambat proses pertumbuhan sehingga banyak tanaman menjadi layu, menguning, bahkan mati. Kondisi tersebut tidak hanya merugikan petani secara ekonomi, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terhadap keberlanjutan hasil pertanian warga.
Menurutnya, pemerintah seharusnya segera turun ke lapangan untuk memastikan sumber debu sekaligus mengambil langkah konkret guna melindungi masyarakat dari dampak yang semakin meluas.
“Kami bukan hanya menghirup debunya setiap hari, sekarang tanaman yang kami rawat juga ikut rusak. Kalau terus dibiarkan, warga yang akan menanggung kerugiannya,” ujarnya.

Sejumlah warga menilai pemerintah terkesan lamban merespons keluhan masyarakat yang telah berlangsung selama beberapa hari terakhir. Padahal dampak yang dirasakan tidak lagi sebatas kebersihan lingkungan, melainkan telah menyentuh aspek kesehatan dan perekonomian warga.
Debu yang diduga berasal dari aktivitas pertambangan di wilayah Bojonegara itu disebut semakin terasa ketika cuaca panas dan angin bertiup ke arah permukiman warga di Pabean. Rumah, kendaraan, hingga lahan pertanian dilaporkan tertutup lapisan debu setiap hari.
Warga berharap Pemerintah Kota Cilegon, Pemerintah Kabupaten Serang, Dinas Lingkungan Hidup, serta instansi terkait segera melakukan investigasi menyeluruh untuk memastikan sumber pencemaran sekaligus mengambil tindakan tegas apabila ditemukan adanya pelanggaran terhadap aturan lingkungan.
Masyarakat menegaskan bahwa persoalan ini tidak boleh dianggap sepele. Selain mengganggu kesehatan warga, dampak debu kini mulai mengancam sektor pertanian yang menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat di Kelurahan Pabean.
(Has/Red*)















