Geger Penemuan Bayi di Metro Cilegon, Kondisinya Sempat Kritis Saat Ditemukan

CILEGON, WILIP.ID – Tangisan lirih yang terdengar dari semak-semak di kawasan Perumahan Metro Cilegon, Sabtu pagi, 20 Juni 2026, menjadi penanda penyelamatan seorang bayi perempuan yang diduga baru saja dilahirkan dan ditinggalkan dalam kondisi memprihatinkan.

Peristiwa itu bermula ketika seorang asisten rumah tangga mendengar suara tangisan dari area semak dekat aliran sungai. Curiga dengan sumber suara tersebut, ia segera memanggil warga sekitar. Tak lama kemudian, puluhan warga berdatangan dan menemukan seorang bayi yang berada di dalam kresek berwarna merah.

Kondisi bayi saat ditemukan disebut sangat lemah. Seorang bidan yang berada tak jauh dari lokasi langsung bergegas memberikan pertolongan pertama.

“Saat ditemukan, bayi berada di dalam kresek yang terikat. Tangannya membiru, napasnya sesak, dan hampir tidak menangis,” ujar bidan yang menangani bayi tersebut.

Bayi kemudian segera dibawa ke klinik untuk mendapatkan penanganan darurat. Dari hasil pemeriksaan awal, tali pusat masih menempel bersama plasenta dan belum dipotong. Tim medis langsung melakukan pembersihan tubuh, pemotongan tali pusat, pemberian oksigen, serta penghangatan untuk menstabilkan kondisi bayi.

Upaya tersebut membuahkan hasil. Setelah mendapatkan bantuan oksigen selama beberapa jam, kondisi bayi perlahan membaik. Warna kebiruan pada tubuhnya mulai menghilang dan tangisnya terdengar lebih kuat.

“Alhamdulillah responsnya baik. Pernapasannya kembali normal dan kondisinya semakin stabil,” kata bidan tersebut.

Pemeriksaan medis menunjukkan bayi berjenis kelamin perempuan dengan berat sekitar 3 kilogram dan panjang tubuh sekitar 40 sentimeter. Tidak ditemukan luka fisik, meski terdapat tanda lahir di bagian dagu. Berdasarkan perkiraan tenaga medis, bayi itu lahir beberapa jam sebelum ditemukan, sekitar pukul 03.00 hingga 04.00 WIB.

Fakta yang paling mengundang keprihatinan adalah dugaan adanya upaya membungkam suara tangisan bayi. Saat ditemukan, mulut bayi diduga sempat ditutup menggunakan lakban berwarna putih. Selain itu, kresek tempat bayi berada juga dalam kondisi terikat dan diletakkan di area yang cukup tersembunyi di atas aliran sungai.

“Kalau terlambat ditemukan, risikonya sangat besar. Syukurlah tangis bayi masih terdengar sehingga warga segera bertindak,” ujarnya.

Di sekitar lokasi, petugas juga menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan pelaku, di antaranya kerudung berwarna cokelat dan beberapa benda lain yang kini diamankan sebagai barang bukti.

Tak lama setelah penemuan tersebut, aparat kepolisian bersama petugas Dinas Sosial tiba di lokasi untuk melakukan penanganan lanjutan. Bayi kemudian dibawa ke tempat yang aman guna mendapatkan perlindungan dan perawatan medis lebih lanjut.

Saat ini, kepolisian masih menyelidiki kasus tersebut. Rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar Perumahan Metro Cilegon tengah ditelusuri untuk mengungkap identitas pihak yang diduga membuang bayi itu.

Peristiwa ini menyisakan keprihatinan mendalam sekaligus menghadirkan secercah harapan. Di tengah tindakan yang diduga mengancam keselamatan seorang bayi yang baru lahir, kepedulian warga dan kesigapan tenaga kesehatan menjadi faktor utama yang menyelamatkan nyawanya.

(Has/Red*)