TANGERANG SELATAN, WILIP.ID – Rapat Kerja Cabang (Rakercab) DPC Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Kota Cilegon yang digelar selama dua hari, 27–28 Juni 2026, resmi ditutup dengan menghasilkan sejumlah keputusan strategis yang akan menjadi arah organisasi dalam beberapa tahun mendatang.
Ketua Organizing Committee (OC) Rakercab, Apriyono, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung tertib, demokratis, dan penuh semangat kebersamaan. Menurutnya, Rakercab bukan sekadar memenuhi agenda organisasi, tetapi menjadi forum penting dalam merumuskan langkah konkret untuk memperkuat peran HIPPI di tengah dinamika dunia usaha.
“Alhamdulillahirabbil’alamin, seluruh rangkaian Rakercab berjalan lancar. Semua peserta mengikuti persidangan dengan penuh tanggung jawab, mengedepankan musyawarah, serta menghasilkan berbagai keputusan strategis demi kemajuan organisasi,” ujar Apriyono, Minggu (28/6/2026).
Ia menegaskan, seluruh proses persidangan berlangsung konstruktif dengan mengedepankan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Semangat tersebut dinilai menjadi modal penting untuk membawa HIPPI Kota Cilegon menjadi organisasi pengusaha yang semakin profesional dan adaptif terhadap perkembangan ekonomi.
Puncak kegiatan Rakercab ditandai dengan penyerahan resmi dokumen hasil sidang pleno oleh Ketua Steering Committee (SC), Irham, kepada Dewan Pengurus Cabang HIPPI Kota Cilegon. Dokumen tersebut memuat berbagai ketetapan strategis yang akan menjadi pedoman kerja organisasi dalam menjalankan program-programnya.
Hasil Rakercab mencakup penyusunan program kerja, arah kebijakan organisasi, serta sejumlah rekomendasi strategis yang disusun berdasarkan kebutuhan nyata para pelaku usaha di Kota Cilegon.
Program-program tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas pengusaha pribumi, mendorong pertumbuhan UMKM, memperluas kemitraan dengan pemerintah, BUMN, dan dunia industri, sekaligus meningkatkan kontribusi HIPPI terhadap pembangunan ekonomi daerah.
Apriyono menekankan bahwa dokumen hasil Rakercab tidak boleh berhenti sebagai arsip organisasi. Menurutnya, seluruh pengurus memiliki tanggung jawab moral untuk mengimplementasikan setiap keputusan menjadi program yang terukur dan memberikan manfaat langsung bagi anggota.
“Kami berharap hasil Rakercab ini tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi benar-benar diwujudkan dalam aksi nyata. Seluruh pengurus harus menjalankan setiap program secara konsisten, terukur, dan berorientasi pada hasil,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia pelaksana, Steering Committee, peserta sidang, narasumber, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan Rakercab.
Menurut Apriyono, kekompakan seluruh elemen organisasi menjadi bukti bahwa HIPPI Kota Cilegon memiliki fondasi yang kuat untuk terus berkembang sebagai rumah besar bagi para pengusaha pribumi.
Dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan kontribusi terhadap pembangunan ekonomi daerah, HIPPI Kota Cilegon optimistis mampu melahirkan program-program yang berdampak langsung bagi dunia usaha sekaligus memperkuat daya saing pengusaha lokal.
“Semangat Rakercab ini harus menjadi energi baru bagi seluruh pengurus. HIPPI harus hadir sebagai organisasi yang mampu memberikan solusi, memperluas jejaring usaha, dan menjadi mitra strategis pemerintah serta dunia industri dalam mendorong kemajuan ekonomi Kota Cilegon,” pungkas Apriyono.
(Has/Red*)















