Tutup Pekan Syiar, Pemuda Muhammadiyah Cilegon Ajak Warga Selamatkan Nyawa Lewat Donor Darah

CILEGON, WILIP.ID – Menebar manfaat tidak hanya dilakukan melalui mimbar dakwah, tetapi juga lewat aksi kemanusiaan. Semangat itulah yang ditunjukkan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Cilegon saat menutup rangkaian Pekan Syiar Pemuda Muhammadiyah dengan menggelar Gerakan Donor Darah bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Cilegon, Minggu (26/7/2026), di halaman Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Cilegon.

Kegiatan tersebut menjadi puncak dari rangkaian agenda Pekan Syiar yang selama beberapa hari terakhir diisi dengan berbagai aktivitas pembinaan kader, olahraga, hingga penguatan nilai-nilai keislaman. Penutup berupa donor darah dipilih sebagai simbol bahwa dakwah tidak hanya diwujudkan melalui kata-kata, tetapi juga melalui tindakan yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Kota Cilegon, Akhmad Arief, mengatakan rangkaian Pekan Syiar telah dimulai sejak Jumat dengan turnamen futsal antarorganisasi Muhammadiyah. Agenda kemudian dilanjutkan dengan pengajian Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) yang melibatkan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Nasyiatul Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, serta organisasi otonom lainnya.

“Hari ini menjadi penutup rangkaian Pekan Syiar melalui kegiatan donor darah bersama PMI Kota Cilegon. Kami ingin syiar tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diwujudkan dalam aksi sosial yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Arief.

Ia menjelaskan, panitia menargetkan terkumpul 75 kantong darah dalam kegiatan tersebut. Target itu disesuaikan dengan durasi pelayanan PMI yang berlangsung hingga pukul 11.30 WIB agar seluruh proses pengambilan dan pengelolaan darah tetap memenuhi standar operasional.

“Target kami 75 kantong darah. Waktu pelayanan memang terbatas sehingga kami menyesuaikan dengan jadwal PMI agar proses pengelolaan darah berjalan sesuai prosedur,” katanya.

Menurut Arief, tema Pekan Syiar tahun ini membawa semangat agar Pemuda Muhammadiyah terus hadir sebagai organisasi kepemudaan yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai kepedulian sosial.

Di tengah era digital yang serba cepat, kata dia, Pemuda Muhammadiyah ingin tetap menjadi motor penggerak amal usaha dan gerakan kemanusiaan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

“Harapan kami, Pemuda Muhammadiyah Kota Cilegon tetap eksis dalam kondisi apa pun. Kami ingin terus menjadi pilar utama dalam menggerakkan amal, dakwah, dan aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Yang menarik, kegiatan donor darah tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi kader Muhammadiyah. Sejak pagi, masyarakat umum juga tampak antusias mengikuti aksi kemanusiaan tersebut.

“Pesertanya terbuka untuk siapa saja. Sejak pagi masyarakat sudah berdatangan untuk mendonorkan darahnya. Ini menunjukkan bahwa kepedulian sosial adalah tanggung jawab bersama,” ungkap Arief.

Melalui Gerakan Donor Darah ini, PDPM Kota Cilegon ingin menegaskan bahwa organisasi kepemudaan tidak hanya berperan dalam kaderisasi dan dakwah, tetapi juga mampu menjadi garda terdepan dalam menghadirkan solusi sosial bagi masyarakat.

Semangat bertaawun atau saling tolong-menolong menjadi nilai utama yang diusung dalam kegiatan tersebut. Setetes darah yang didonorkan bukan sekadar bantuan medis, melainkan wujud nyata solidaritas kemanusiaan yang dapat menyelamatkan nyawa sesama.

Dengan penutupan Pekan Syiar melalui aksi donor darah, Pemuda Muhammadiyah Kota Cilegon berharap semakin banyak generasi muda yang tergerak untuk menjadikan kepedulian sosial sebagai bagian dari gaya hidup, sekaligus memperkuat citra organisasi sebagai wadah yang aktif membangun masyarakat melalui kerja nyata, bukan sekadar wacana.

(Has/Red*)