Waspada! Nama Ketua PWI Banten Dicatut, Pelaku Sebarkan Kabar Duka Palsu Lewat WhatsApp

BANTEN, WILIP.ID – Modus penipuan digital kembali menyasar tokoh publik. Kali ini, nama Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Banten, Rian Nopandra atau yang akrab disapa Opan, dicatut oleh oknum tak bertanggung jawab untuk menyebarkan kabar duka palsu melalui aplikasi WhatsApp.

Aksi tersebut diduga merupakan bagian dari upaya penipuan yang memanfaatkan empati masyarakat. Pelaku menggunakan nomor 0858-8270-4974, yang dipastikan bukan milik Ketua PWI Banten, lalu mengirimkan pesan berantai kepada sejumlah orang dengan narasi seolah-olah Rian Nopandra tengah mengalami musibah.

Tak hanya menyebarkan informasi bohong, pelaku juga memperkuat skenarionya dengan menyertakan foto yang memperlihatkan suasana menyerupai ruang rumah sakit dengan sesosok jenazah yang telah ditutupi kain. Gambar tersebut diduga sengaja digunakan untuk menggugah rasa iba calon korban agar bersedia mengirimkan uang atau bantuan belasungkawa.

Menanggapi beredarnya pesan tersebut, Rian Nopandra memastikan seluruh informasi yang dikirim melalui nomor tersebut adalah hoaks.

“Saya tegaskan bahwa nomor tersebut bukan milik saya. Informasi yang beredar adalah tidak benar. Saya tidak pernah meminta bantuan ataupun sumbangan kepada siapa pun melalui pesan WhatsApp seperti itu,” tegas Rian Nopandra, Jumat, (31/7/2026).

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai setiap pesan yang mengatasnamakan dirinya maupun pengurus PWI Banten, terutama jika diikuti permintaan transfer uang, donasi, atau bantuan dalam bentuk apa pun.

Menurutnya, perkembangan teknologi digital memang memberikan banyak kemudahan, namun di sisi lain juga dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber untuk menjalankan berbagai modus penipuan dengan mencatut identitas tokoh masyarakat, pejabat publik, hingga pimpinan organisasi.

Karena itu, masyarakat diminta membiasakan diri melakukan verifikasi sebelum mengambil tindakan. Apabila menerima pesan yang mencurigakan, penerima diimbau menghubungi nomor resmi, sekretariat organisasi, atau pihak terkait guna memastikan kebenaran informasi.

PWI Provinsi Banten juga mengajak masyarakat untuk lebih waspada terhadap berbagai bentuk penipuan digital yang semakin marak dan terus berkembang. Jangan mudah terpancing oleh pesan yang memanfaatkan rasa iba atau kondisi darurat tanpa adanya konfirmasi yang jelas.

Apabila menerima pesan serupa, masyarakat diimbau untuk tidak merespons, tidak melakukan transfer dana, serta segera melaporkan nomor tersebut kepada pihak berwenang atau melalui fitur pelaporan pada aplikasi WhatsApp. Langkah ini penting untuk mencegah semakin banyak korban akibat penyalahgunaan identitas tokoh publik.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa literasi digital dan sikap kritis masyarakat merupakan benteng utama dalam menghadapi berbagai modus kejahatan siber yang kini semakin canggih dan menyasar sisi emosional para korbannya.

(Has/Red*)