Guru Besar UIN Jakarta Prof. Hasani Ahmad Said Hadiri Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas, Teguhkan Spirit Persatuan Bangsa

JAKARTA, WILIP.ID – Ribuan masyarakat memadati kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, dalam agenda Zikir dan Doa Kebangsaan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Di tengah khidmatnya suasana, hadir pula Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. KH. Hasani Ahmad Said, M.A., sebagai salah satu tokoh akademisi yang diundang dalam kegiatan tersebut.

Kehadiran Prof. Hasani menjadi simbol keterlibatan kalangan perguruan tinggi Islam dalam memperkuat nilai-nilai spiritual sekaligus memperteguh komitmen kebangsaan. Baginya, doa bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan ikhtiar kolektif yang harus berjalan beriringan dengan kerja nyata membangun Indonesia.

Agenda yang diselenggarakan Kementerian Agama RI itu diikuti ribuan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh agama, akademisi, pimpinan perguruan tinggi, santri, mahasiswa, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat umum. Melalui zikir, selawat, doa lintas agama, dan refleksi kebangsaan, acara tersebut menjadi ruang bersama untuk merawat persatuan di tengah keberagaman Indonesia.

Prof. Hasani menilai pembangunan bangsa tidak cukup hanya bertumpu pada pertumbuhan ekonomi maupun kemajuan teknologi. Menurutnya, kemajuan Indonesia juga harus ditopang oleh kekuatan moral, akhlak, persatuan, serta kehidupan sosial yang harmonis.

“Nilai-nilai religius harus tetap menjadi fondasi pembangunan nasional. Bangsa yang besar bukan hanya maju secara ekonomi, tetapi juga kokoh dalam persatuan, etika, dan kemanusiaan,” demikian pandangan yang selama ini konsisten disampaikan Prof. Hasani dalam berbagai forum akademik.

Sebagai Guru Besar di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Hasani dikenal aktif mengembangkan kajian Islam moderat, tafsir Al-Qur’an, kebudayaan, dan kehidupan beragama. Ia memandang perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai pusat lahirnya ilmu pengetahuan sekaligus tempat membentuk karakter, etika, dan kepemimpinan yang berlandaskan semangat kebangsaan.

Menurutnya, kampus tidak boleh hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga mampu menjadi agen perekat persatuan serta penjaga nilai-nilai kebhinekaan.

Partisipasi Prof. Hasani bersama para tokoh nasional dalam Zikir dan Doa Kebangsaan juga memperlihatkan sinergi antara dunia akademik, pemerintah, dan tokoh agama dalam menjaga keutuhan bangsa. Kontribusi akademisi dinilai tidak berhenti pada ruang kelas maupun penelitian, tetapi juga hadir di tengah masyarakat melalui penguatan kesadaran sosial, spiritual, dan kebangsaan.

Sejak sore hingga malam hari, kawasan Monas dipenuhi peserta yang mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh kekhusyukan. Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan zikir bersama, selawat kebangsaan, hingga doa lintas agama yang dipimpin para pemuka agama sebagai simbol kerukunan nasional.

Bagi Prof. Hasani, momentum tersebut menjadi pengingat bahwa kemerdekaan Indonesia merupakan buah perjuangan seluruh anak bangsa tanpa membedakan agama, suku, maupun latar belakang budaya. Karena itu, menjaga persatuan merupakan amanah yang harus terus diwariskan kepada generasi muda melalui pendidikan, keteladanan, dan penguatan karakter kebangsaan.

Sebagai institusi pendidikan tinggi Islam, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta selama ini terus mengembangkan tradisi akademik yang mengintegrasikan nilai keislaman, keilmuan, dan keindonesiaan. Kehadiran Prof. Hasani dalam Zikir dan Doa Kebangsaan mencerminkan semangat tersebut, yakni menghadirkan wajah Islam yang moderat, inklusif, serta berorientasi pada kemaslahatan bangsa.

Melalui keterlibatan para guru besar, dosen, dan akademisi dalam berbagai agenda kebangsaan, diharapkan kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat semakin kuat. Sinergi itu menjadi modal penting untuk menjaga Indonesia tetap kokoh sebagai bangsa yang religius, demokratis, damai, dan menjunjung tinggi nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika.

(Has/Red*)