Dari Kampung Menuju Atlet Profesional, IKM Busur Club Buka Pembinaan Biliar Gratis bagi Pelajar Cilegon

 

CILEGON, WILIP.ID — Biliar kerap dipandang sebatas permainan rekreasi. Namun, bagi IKM Busur Club, meja biliar justru menjadi titik awal untuk membangun prestasi.

Klub yang berada di Jalan Sunan Drajat, Lingkungan Pintu Air, Kelurahan Kubangsari, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, itu membuka ruang pembinaan bagi generasi muda yang ingin serius menekuni olahraga biliar.

Latihan digelar rutin setiap Sabtu dan Minggu. Sasaran utamanya adalah atlet muda, termasuk pelajar SMP dan SMA yang memiliki minat serta potensi untuk dikembangkan menjadi atlet berprestasi.

Yang menjadi pembeda, program pembinaan tersebut diberikan secara gratis.

Bagi IKM Busur Club, persoalan biaya semestinya tidak menjadi tembok bagi anak-anak yang memiliki bakat olahraga. Karena itu, pembinaan diarahkan tidak hanya pada kemampuan teknis bermain, tetapi juga kedisiplinan, mental bertanding dan konsistensi latihan.

Pembinaan tersebut berada di bawah arahan Muhammad Ibrohim Aswadi. Ia mendorong agar bibit-bibit atlet tidak hanya muncul dari pusat-pusat olahraga atau lingkungan dengan fasilitas lengkap, tetapi juga tumbuh dari kampung dan komunitas.

“Pembinaan ini kami arahkan untuk atlet-atlet muda, khususnya pelajar SMP dan SMA. Kami ingin memberikan ruang bagi anak-anak daerah yang memiliki bakat supaya bisa berkembang dan tidak berhenti hanya sebagai pemain hobi,” ujar Ibrohim, Kamis malam (27/8/2026).

IKM Busur Club tidak berhenti pada aktivitas latihan. Klub ini juga mengembangkan usaha yang berkaitan dengan kebutuhan olahraga biliar.

Mulai dari produksi meja biliar baru bermerek Busur, produksi stick biliar, hingga melayani jual beli meja biliar bekas.

Layanan perawatan juga tersedia, termasuk re-felting meja biliar dan perbaikan stick. Dengan demikian, aktivitas klub berjalan beriringan antara pembinaan atlet dan pengembangan kebutuhan peralatan biliar.

Model tersebut sekaligus menjadi upaya membangun ekosistem olahraga biliar di tingkat lokal.

Sebab, pembinaan atlet tidak cukup hanya dengan meminta anak muda berlatih. Mereka membutuhkan tempat, peralatan yang layak, pendampingan dan kesempatan untuk menguji kemampuan dalam kompetisi.

Di titik inilah keberadaan komunitas seperti IKM Busur Club menjadi penting.

Membangun atlet profesional bukan pekerjaan semalam. Ada proses panjang yang membutuhkan latihan berulang, disiplin dan mental yang kuat.

Karena itu, meja biliar di IKM Busur Club tidak sekadar menjadi tempat bermain. Di sana, anak-anak muda Cilegon didorong untuk mengenal olahraga secara lebih serius dan menjadikannya sebagai jalan menuju prestasi.

Gagasan “dari kampung menuju atlet profesional” pun bukan sekadar slogan. Setidaknya, IKM Busur Club sedang mencoba menyediakan pintu masuknya.

Jika pembinaan dilakukan secara konsisten dan mendapat dukungan lebih luas, bukan tidak mungkin talenta yang hari ini berlatih di lingkungan Pintu Air kelak tampil membawa nama Cilegon dalam kompetisi di tingkat yang lebih tinggi.

Bagi generasi muda yang memiliki minat terhadap biliar, kesempatan itu kini terbuka. Bukan dengan biaya mahal, tetapi dengan latihan, kedisiplinan dan kemauan untuk naik kelas.

(Has/Red*)