CILEGON, WILIP.ID — Muktamar XI Al Khairiyah dinilai menjadi momentum penting untuk menentukan arah organisasi dalam menghadapi tantangan ke depan. Di tengah dinamika menjelang muktamar, sosok KH. Ali Mujahidin atau yang akrab disapa Haji Mumu kembali mendapat dukungan untuk melanjutkan kepemimpinan Pengurus Besar (PB) Al Khairiyah.
Panglima DPP Garda Al Khairiyah M. Ibrohim Aswadi menilai pengalaman Haji Mumu selama dua periode merupakan modal penting untuk meneruskan proses konsolidasi sekaligus memperkuat transformasi organisasi.
“Menurut saya, Haji Mumu masih layak melanjutkan kepemimpinan PB Al Khairiyah. Dua periode bukan waktu yang singkat. Ada pengalaman, proses konsolidasi dan berbagai hal yang sudah dibangun. Itu bisa menjadi modal untuk membawa Al Khairiyah melangkah lebih jauh,” kata Ibrohim.
Menurut dia, Al Khairiyah memiliki modal sejarah dan potensi organisasi yang besar. Jaringan pendidikan, kader serta basis masyarakat yang dimiliki menjadi kekuatan yang perlu dikelola secara lebih terarah.
“Al Khairiyah ini punya sejarah panjang dan potensi yang besar. Jangan sampai kekuatan itu hanya menjadi kebanggaan sejarah. Kita harus mengubahnya menjadi kekuatan yang nyata untuk umat,” ujarnya.
Ibrohim mengatakan, tantangan organisasi Islam saat ini semakin kompleks. Perubahan teknologi, perkembangan ekonomi, dinamika sosial dan kebutuhan generasi muda menuntut organisasi untuk terus beradaptasi.
“Al Khairiyah harus hadir menjawab kebutuhan zaman. Tidak cukup hanya mempertahankan apa yang sudah ada. Pendidikan harus diperkuat, kaderisasi harus berjalan, ekonomi umat harus dikembangkan dan generasi muda harus mendapatkan ruang yang lebih besar,” katanya.
Ia menilai kepemimpinan ke depan membutuhkan kemampuan untuk menyatukan berbagai potensi yang dimiliki Al Khairiyah.
“Yang dibutuhkan adalah pemimpin yang mampu mengonsolidasikan seluruh kekuatan organisasi. Jangan berjalan sendiri-sendiri. Potensi yang ada harus disatukan sehingga menjadi kekuatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutur Ibrohim.
Menurut Ibrohim, melanjutkan kepemimpinan Haji Mumu bukan berarti organisasi harus berhenti melakukan perubahan. Sebaliknya, kesinambungan kepemimpinan diharapkan dapat menjadi dasar untuk melakukan lompatan baru.
“Melanjutkan bukan berarti berhenti berinovasi. Justru kesinambungan itu harus menjadi pijakan untuk melakukan lompatan. Kalau sebelumnya kita bicara bagaimana Al Khairiyah bangkit, sekarang kita harus bicara bagaimana kebangkitan itu diperbesar,” katanya.
Ia berharap Muktamar XI tidak hanya berfokus pada persoalan siapa yang akan memimpin, tetapi juga menghasilkan agenda besar yang dapat menjadi arah perjalanan Al Khairiyah dalam beberapa tahun mendatang.
“Muktamar jangan hanya selesai dengan memilih pemimpin. Setelah itu harus ada pekerjaan besar yang dilakukan. Kita ingin Al Khairiyah semakin kuat, mandiri, modern dan mampu memberikan kontribusi yang lebih luas bagi umat dan bangsa,” ujar Ibrohim.
Ia bahkan berharap Al Khairiyah mampu memperluas perannya hingga tingkat internasional.
“Al Khairiyah harus mulai berpikir lebih luas. Jangan hanya berbicara tentang eksistensi di tingkat lokal atau nasional. Kita harus punya cita-cita agar Al Khairiyah bisa memiliki jejaring dan kontribusi di tingkat dunia,” katanya.
Meski menyampaikan dukungan terhadap Haji Mumu, Ibrohim menegaskan bahwa keputusan mengenai kepemimpinan merupakan kewenangan peserta Muktamar XI sesuai mekanisme organisasi.
“Siapa pun yang nantinya mendapat amanah dari muktamar harus kita hormati. Yang paling penting adalah setelah muktamar Al Khairiyah tetap solid dan semua elemen bisa bersama-sama membesarkan organisasi,” ujarnya.
Bagi Ibrohim, masa depan Al Khairiyah tidak boleh hanya bertumpu pada kebesaran sejarah. Organisasi harus mampu menjadikan sejarah sebagai fondasi untuk membangun peran yang lebih besar.
“Al Khairiyah harus terus bangkit. Kita ingin organisasi ini tidak hanya dikenang karena sejarahnya, tetapi juga diperhitungkan karena kontribusinya. Harapannya, Al Khairiyah semakin besar, semakin bermanfaat dan mampu mencerdaskan serta mencerahkan umat,” kata dia.
(Has/Red*)















