CILEGON, WILIP.ID — Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kota Cilegon segera menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) untuk menentukan kepengurusan dan arah organisasi ke depan.
Dalam konfercab tersebut, mekanisme pengusulan bakal calon dipastikan menggunakan sistem one man, one delegation. Setiap Pengurus Anak Cabang (PAC) Pergunu akan mengusulkan satu nama untuk menjadi bakal calon.
Wakil Ketua I Pergunu Kota Cilegon sekaligus mandatori Konfercab, Hilman Setiaji atau yang akrab disapa Uje, mengatakan mekanisme tersebut diawali dengan pengiriman nama bakal calon dari masing-masing PAC.
Panitia, kata dia, akan mengirimkan surat pemberitahuan pelaksanaan konfercab sekaligus formulir pendaftaran bakal calon kepada PAC.
“Jadi satu PAC mengirimkan satu nama dari kecamatan menjadi bakal calon,” ujar Uje, Minggu (20/9/2026).
Ia menjelaskan, dalam forum Konfercab nantinya terdapat sembilan suara. Delapan suara berasal dari unsur PAC Pergunu, sedangkan satu suara lainnya berasal dari unsur demisioner.
Menurut Uje, mekanisme tersebut disiapkan untuk memastikan proses pergantian kepemimpinan berjalan sesuai prinsip demokrasi organisasi.
Konfercab juga akan melibatkan sejumlah unsur organisasi dan tamu undangan. Delegasi PAC terdiri dari ketua, sekretaris, dan bendahara. Selain itu, unsur badan otonom Nahdlatul Ulama, pengurus NU, camat, hingga jajaran kepolisian direncanakan turut diundang.
“Insyaallah kurang lebih ada 100 peserta pada saat konfercab,” katanya.
Ketua Panitia Konfercab Pergunu Kota Cilegon, Ustaz Saefulloh, mengatakan pelaksanaan konfercab akan dilakukan secara sederhana.
Menurut dia, kondisi keuangan organisasi yang belum memiliki kas dalam jumlah signifikan membuat panitia mengandalkan dukungan secara swadaya, termasuk dari para donatur dan guru.
“Kita akan memaksimalkan dukungan dari para donatur dan guru-guru yang biasa memberikan support kepada kegiatan Pergunu,” ujar Saefulloh.
Keterbatasan anggaran, kata dia, tidak boleh mengurangi substansi pelaksanaan konfercab. Forum tersebut tetap diarahkan menjadi ruang demokratis untuk menentukan kepengurusan sekaligus arah organisasi sesuai dengan PD/PRT Pergunu Kota Cilegon.
Sementara itu, Ketua Pergunu Kota Cilegon, Suroji, menegaskan bahwa konfercab merupakan bagian penting dalam menjaga keberlanjutan organisasi.
Pergantian kepemimpinan, kata dia, diharapkan tidak berhenti sebagai agenda rutin organisasi. Konfercab juga menjadi momentum konsolidasi untuk memperkuat peran Pergunu dalam menaungi dan mengembangkan kapasitas para guru di lingkungan Nahdlatul Ulama.
Dengan mekanisme yang telah disiapkan, Pergunu Kota Cilegon berharap proses konfercab dapat berlangsung tertib, demokratis, dan menghasilkan kepengurusan yang mampu melanjutkan program organisasi ke depan.
(Alfa/Red*)















