CILEGON, WILIP.ID — Muktamar XI Al-Khairiyah resmi ditutup. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menegaskan kesiapannya untuk terus membersamai perjuangan Al-Khairiyah di bawah kepemimpinan Dr. KH. Ali Mujahidin, S.HI, MM, MH periode 2026-2031.
Pernyataan itu disampaikan Yandri saat menghadiri agenda Muktamar XI Al-Khairiyah di Aula Brigjen KH Sam’un, Citangkil, Kota Cilegon, Sabtu (17/10/2026).
Yandri tak hanya memberikan ucapan selamat kepada Dr. KH. Ali Mujahidin, S.HI, MM, MH atau yang akrab disapa oleh Yandri Bang Mumu. Dia juga mengajak keluarga besar Al-Khairiyah memperkuat sinergi dengan pemerintah, khususnya dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul dan membangun kemandirian ekonomi masyarakat.
“Selamat kepada Bang Mumu. Saya siap membersamai perjuangan Al-Khairiyah dan mendukung upaya membesarkan Al-Khairiyah di Indonesia,” kata Yandri.
Menurut Yandri, Al-Khairiyah memiliki modal besar untuk mengambil peran dalam pembangunan nasional, terutama melalui pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.
Dia mendorong agar generasi muda Al-Khairiyah tidak berhenti pada pencapaian akademik. Mereka juga harus dibekali kemampuan berwirausaha sehingga mampu menjadi pelaku ekonomi dan menciptakan lapangan pekerjaan.
“Pelaku ekonomi harus menjadi subjek, bukan sekadar penonton. Transformasi ekonomi ini harus kita tularkan kepada anak-anak bangsa,” ujarnya.
Yandri menyebut penguatan ekonomi desa menjadi salah satu ruang yang dapat dikerjasamakan antara pemerintah dan Al-Khairiyah.
Program “Bangun Desa, Bangun Indonesia”, kata dia, sejalan dengan agenda pembangunan Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan dari desa.
Karena itu, Yandri membuka peluang kolaborasi dengan Al-Khairiyah dalam pengembangan pendidikan, sarana ibadah hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui badan usaha milik desa (BUMDes).
Dia menilai tantangan bangsa ke depan tidak semakin ringan. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor agar generasi muda memiliki daya saing sekaligus kepedulian terhadap persoalan masyarakat.
“Komitmen terhadap SDM yang dilakukan Al-Khairiyah harus kita beri apresiasi setinggi-tingginya. Saya berpesan agar tidak patah semangat dan pantang mundur,” katanya.
Yandri berharap kepemimpinan baru PB Al-Khairiyah dapat membawa organisasi semakin berpengaruh, bukan hanya dalam bidang pendidikan dan keagamaan, tetapi juga dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Semoga Al-Khairiyah semakin besar dan memberikan manfaat bagi agama, bangsa dan negara,” pungkasnya.
(Has/Red*)















