CILEGON, WILIP.ID – Sebanyak 300 atlet mengikuti Kejuaraan Bandrong Pencak Silat Championship I yang digelar di Gedung Serbaguna Al-Khairiyah, Citangkil, Kota Cilegon, Sabtu (24/10/2026). Kejuaraan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan atlet sekaligus pelestarian seni bela diri tradisional khas Banten.
Ajang yang berlangsung selama dua hari tersebut diikuti atlet dari jenjang sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA). Melalui kompetisi ini, Bandrong Kota Cilegon berupaya menjaring bibit-bibit potensial yang diharapkan mampu bersaing di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional.
Ketua Pelaksana Bandrong Pencak Silat Championship I, H. Ibrohim, mengatakan kejuaraan perdana tersebut berjalan lancar dengan melibatkan ratusan atlet dari keluarga besar Bandrong.
“Alhamdulillah, kegiatan Bandrong Pencak Silat Championship I hari ini berjalan lancar dan diikuti 300 atlet dari keluarga besar Bandrong. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan prestasi atlet Bandrong se-Kota Cilegon,” ujarnya.
Ia berharap kejuaraan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan perdana, tetapi dapat menjadi agenda rutin untuk mendorong perkembangan prestasi atlet Bandrong di Kota Cilegon.
Ibrohim juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan kejuaraan tersebut.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu menyukseskan Bandrong Championship pertama ini. Saya berharap kegiatan ini bisa terus dilaksanakan dan menjadi agenda tahunan,” tambahnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Dinas Kebudayaan Provinsi Banten, Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Banten, jajaran Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Bandrong Banten, serta pengurus DPD dan DPC Bandrong se-Kota Cilegon.
Ketua DPD Bandrong Kota Cilegon, Mutasim Madyaksa, mengatakan kejuaraan ini merupakan bagian dari agenda pembinaan dan pemberdayaan atlet agar memiliki kemampuan bersaing dalam kompetisi yang lebih luas.
Menurutnya, kejuaraan tidak hanya menjadi arena pertandingan, tetapi juga kesempatan untuk mengidentifikasi potensi atlet sejak usia dini. Pembinaan yang berkelanjutan diharapkan dapat melahirkan pesilat yang mampu membawa nama Kota Cilegon ke tingkat yang lebih tinggi.
“Kejuaraan ini menjadi salah satu upaya kami untuk membina atlet sekaligus mencari bibit-bibit unggul yang nantinya dapat membawa nama baik Kota Cilegon di tingkat yang lebih tinggi,” kata Mutasim.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon, IPSI, serta kalangan industri yang telah memberikan dukungan terhadap pengembangan Bandrong.
Mutasim menambahkan, pembinaan atlet diarahkan untuk mempersiapkan mereka menghadapi berbagai kompetisi mendatang. Selain itu, Bandrong Cilegon berencana mendukung partisipasi dalam agenda pertandingan budaya di Thailand yang direncanakan berlangsung pada awal 2027.
Sementara itu, Ketua Umum DPW Bandrong Provinsi Banten, Asep Sofatulloh, mengapresiasi langkah DPD Bandrong Kota Cilegon yang menyelenggarakan kejuaraan tersebut.
Menurut Asep, kompetisi menjadi salah satu sarana untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda, sekaligus menemukan atlet potensial yang dapat dikembangkan melalui pembinaan lebih lanjut.
Ia mengakui, keterlibatan atlet Bandrong dalam berbagai ajang yang diselenggarakan IPSI masih perlu ditingkatkan. Meski demikian, ia berharap kejuaraan seperti ini dapat membuka peluang lebih luas bagi atlet Bandrong untuk berpartisipasi dalam kompetisi tingkat provinsi maupun jenjang berikutnya.
“Kejuaraan ini sangat positif untuk mencari bibit unggul dan meningkatkan kualitas atlet Bandrong. Kami berharap ke depan Bandrong semakin berkembang dan dapat berpartisipasi lebih luas dalam berbagai kompetisi,” ujarnya.
Bandrong merupakan seni bela diri tradisional yang berasal dari Banten dan menjadi bagian dari warisan budaya daerah. Seni bela diri ini dikenal dengan karakter gerakan yang cepat dan lincah, serta menjadi salah satu identitas budaya yang perlu terus diperkenalkan kepada generasi muda.
Melalui Bandrong Pencak Silat Championship I 2026, pengurus berharap pembinaan atlet dapat berlangsung lebih terarah, kompetisi semakin rutin digelar, dan regenerasi pesilat terus berjalan. Upaya tersebut sekaligus diharapkan memperkuat pelestarian budaya lokal agar Bandrong tetap berkembang di tengah perubahan zaman.
(Alfa/Red*)















