Berita  

Bukan Sekadar Janji, Robinsar Siapkan Puskesmas Siaga 24 Jam

CILEGON, WILIP.ID — Di hadapan peserta Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (Musrenbang RPJMD) Kota Cilegon 2025–2029, Senin, 5 Mei 2025, Wali Kota Cilegon Robinsar menyampaikan satu janji yang menarik perhatian publik: puskesmas akan dibuka 24 jam.

Bukan tanpa alasan Robinsar menyoroti layanan kesehatan ini. Dalam kunjungannya ke kelurahan-kelurahan, ia mendengar langsung keluhan warga soal akses kesehatan yang terbatas di malam hari. “Kami akan meningkatkan pelayanan puskesmas agar bisa beroperasi 24 jam. Ini penting karena banyak warga yang butuh layanan kesehatan di malam hari,” ujar Robinsar.

Selama ini, ketika ada warga sakit mendadak di malam hari, pilihan mereka terbatas: rumah sakit yang lebih jauh dan mahal, atau menunggu hingga pagi dengan risiko yang tak bisa ditebak. Dengan layanan puskesmas 24 jam, Pemkot Cilegon berupaya menjadikan layanan kesehatan dasar lebih dekat, cepat, dan terjangkau.

Namun, membuka puskesmas 24 jam bukan sekadar soal memperpanjang jam operasional. Di baliknya ada tantangan besar: ketersediaan dokter dan perawat, ketersediaan obat, hingga kesiapan fasilitas darurat. Tanpa kesiapan itu, layanan 24 jam hanya akan menjadi papan nama tanpa makna.

Jika janji ini benar-benar diwujudkan, wajah layanan kesehatan di Cilegon bisa berubah signifikan. Puskesmas akan menjadi garda terdepan, bukan hanya tempat berobat, tetapi pusat pelayanan kesehatan yang siaga sepanjang waktu. Sebuah langkah yang sejalan dengan semangat pembangunan berbasis kebutuhan riil, seperti yang berkali-kali ditegaskan Robinsar.

Kini, warga menunggu bukti, bukan janji. Karena bagi mereka yang menggigil menahan sakit di tengah malam, puskesmas 24 jam bukan sekadar program pembangunan, melainkan soal hidup dan mati.

(Red*)