CILEGON, WILIP.ID — Panitia Musyawarah Daerah (Musda) III Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Banten mulai merapikan agenda menuju pemilihan ketua baru. Rapat persiapan yang digelar di Graha Aptrindo Banten pada Senin, 17 November 2025, menjadi ruang awal untuk membicarakan arah organisasi di tengah tekanan industri logistik yang kian kompleks.
Rapat dipimpin Ketua Panitia Musda, Cahyo Hendro Atmoko. Ia menegaskan bahwa Musda III bukan sekadar forum pergantian kepemimpinan, melainkan momen untuk meninjau ulang posisi Aptrindo dalam menghadapi isu-isu strategis logistik di Banten.
“Musda ini harus berjalan objektif dan terbuka. Ini ruang evaluasi dan penyegaran organisasi,” ujar Cahyo.
Dalam rapat tersebut, panitia menuntaskan pembahasan mengenai tata tertib sidang dan mekanisme penjaringan aspirasi anggota. Dua hal ini dianggap krusial mengingat Musda diharapkan menjadi forum deliberatif yang mampu menampung suara para pelaku usaha truk secara proporsional.
Usai rapat, panitia resmi membuka bursa calon ketua. Langkah ini menjadi titik awal bagi anggota yang memiliki kapasitas dan legitimasi untuk tampil dalam kontestasi organisasi.
Cahyo menyebut tantangan sektor logistik hari ini semakin berlapis. Mulai dari kebijakan Over Dimension Over Load (ODOL) yang masih menjadi perdebatan, kesulitan memperoleh BBM, hingga pembatasan jam operasional kendaraan berat di sejumlah ruas jalan.
“Ini bukan tantangan yang bisa dijawab oleh sosok yang hanya populer. Dibutuhkan pemimpin yang memahami sektor ini secara teknis dan mampu membangun dialog produktif dengan pemerintah,” kata Cahyo.
Aptrindo menetapkan sejumlah kriteria untuk calon ketua: memiliki rekam jejak di dunia logistik, memahami dinamika wilayah Banten, memiliki strategi terhadap isu ODOL, mampu mengelola dampak keterbatasan BBM, serta cakap mengadvokasi kebijakan jam operasional. Pemahaman mengenai digitalisasi armada juga menjadi pertimbangan mengingat meningkatnya tuntutan efisiensi biaya dan waktu.
Integritas dan kemampuan komunikasi lintas sektor disebut sebagai dua nilai yang tidak dapat ditawar.
Dengan dibukanya bursa calon ketua, Aptrindo Banten memasuki fase penting. Organisasi ini tengah berupaya memastikan keberlangsungan usaha logistik di tengah lanskap regulasi yang kerap berubah. Musda III pun diharapkan menjadi momentum untuk melahirkan pemimpin yang mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan industri, kebijakan pemerintah, dan kebutuhan masyarakat.
Arah baru Aptrindo Banten kini berada di tangan para anggotanya. Siapakah yang akan tampil sebagai figur yang sanggup memikul beban sektor logistik Banten dalam beberapa tahun ke depan? Jawabannya akan terungkap di Musda III.
(Rais/Red*)















