Dukungan Mengalir ke Serankai: Bandrong dan PMAG Siap Kawal Investasi PT Wankai

CILEGON, WILIP.ID – Gelombang dukungan terhadap langkah Team Serankai dalam menjaga iklim investasi di Kota Cilegon terus menguat. Fokus pengawalan, salah satunya pada aktivitas investasi PT Wankai, kini mendapat respons positif dari berbagai elemen masyarakat.

Ketua DDP Bandrong Kota Cilegon, Mustasim Madyaksa, menjadi salah satu pihak yang secara terbuka menyatakan dukungannya. Ia menilai kehadiran dan peran aktif Team Serankai merupakan langkah strategis dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan industri dan kepentingan masyarakat lokal.

“Ini langkah positif. Investasi harus dikawal bersama agar benar-benar memberi dampak bagi masyarakat lokal,” ujar Mustasim, Sabtu (25/4/2026).

Menurutnya, derasnya arus investasi yang masuk ke Cilegon membutuhkan keterlibatan banyak pihak, tidak hanya pemerintah dan pelaku industri, tetapi juga elemen masyarakat sipil yang mampu menjadi penghubung sekaligus pengawas sosial.

Dukungan serupa juga datang dari Penduduk Masyarakat Asli Gusuran (PMAG). Di bawah kepemimpinan Ustaz Sunardi, kelompok ini menyatakan kesiapan untuk terlibat langsung dalam pengawalan investasi bersama Team Serankai.

Bagi PMAG, keterlibatan tersebut bukan sekadar bentuk dukungan simbolik. Lebih dari itu, ini adalah bagian dari upaya menjaga hak masyarakat agar tetap mendapat ruang di tengah pesatnya pembangunan industri.

“Kami siap bersama-sama mengawal. Jangan sampai masyarakat hanya jadi penonton di tanah sendiri,” tegas Sunardi.

Menguatnya dukungan dari Bandrong dan PMAG menunjukkan bahwa langkah Team Serankai tidak berjalan sendiri. Kolaborasi lintas elemen ini mulai membentuk kekuatan baru dalam menjaga iklim investasi tetap kondusif sekaligus berkeadilan.

Di tengah ekspansi industri yang kian masif, peran kolektif ini menjadi penyeimbang penting. Team Serankai bersama Geber, Bandrong, dan PMAG kini mengambil posisi sebagai “penjaga”—memastikan bahwa investasi yang masuk, termasuk PT Wankai, tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga membawa dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat lokal.

Cilegon hari ini tak lagi hanya berbicara soal cerobong asap dan geliat pabrik. Di balik itu, tumbuh kesadaran baru: masyarakat mulai bersatu, terorganisir, dan siap mengambil peran aktif dalam menentukan arah pembangunan di kotanya sendiri.

(Has/Red*)