SERANG, WILIP.ID — Peran kampus tak lagi sekadar mencetak sarjana. Di tangan Institut Agama Islam Banten (IAIB) Serang, perguruan tinggi tampil sebagai motor penggerak perubahan sosial. Terbaru, IAIB menjadi tuan rumah penyaluran 18 unit Rumah Layak Huni (RLH) dari BAZNAS Provinsi Banten—sebuah langkah konkret yang menyasar langsung kebutuhan dasar masyarakat.
Agenda yang digelar pada Rabu (29/4/2026) itu bukan seremoni biasa. Ini adalah panggung kolaborasi lintas sektor: lembaga zakat, akademisi, pemerintah daerah, hingga masyarakat akar rumput. Hasilnya jelas—18 keluarga mustahik dari Lebak, Pandeglang, Serang, hingga Tangerang kini tak lagi dihantui persoalan tempat tinggal.
Rektor IAIB Serang, Dr. H. Shobri Fayumi, menegaskan bahwa kepercayaan BAZNAS bukan sekadar kehormatan, tapi juga mandat moral. “Sinergi ini bukan simbolik. Ini kerja nyata. Zakat harus dikelola tepat sasaran, dan hari ini kita buktikan dampaknya langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya tegas.
Yang menarik, distribusi bantuan ini tidak berjalan sendiri. Para penerima hadir didampingi kepala desa dan camat dari wilayah masing-masing. Ini bukan sekadar formalitas administratif, tapi strategi memastikan bantuan tidak meleset dari sasaran. Pendekatannya sistematis—dari verifikasi hingga pendampingan pascapenyaluran.
Program RLH sendiri merupakan salah satu senjata utama BAZNAS Banten dalam menekan angka kemiskinan. Bukan cuma membangun rumah, tapi membangun harapan. Hunian yang layak berarti keamanan, kesehatan, dan ruang tumbuh yang lebih manusiawi bagi keluarga penerima.
Lebih jauh, program ini juga membawa dimensi spiritual yang kental. Setiap rumah yang berdiri adalah representasi dari zakat yang hidup—amal jariyah para muzakki yang dampaknya terus mengalir. Di titik ini, filantropi Islam tidak berhenti pada angka, tapi menjelma menjadi perubahan nyata.
IAIB Serang, melalui momentum ini, mengirim pesan kuat: kampus harus turun tangan, bukan hanya bicara konsep. Ketika institusi pendidikan, lembaga zakat, dan pemerintah bersatu, maka solusi bukan lagi wacana—melainkan aksi yang bisa diukur dampaknya.
Ke depan, kolaborasi semacam ini diharapkan tidak berhenti di angka 18. Masih banyak masyarakat yang menunggu disentuh. Dan jika sinergi ini terus dijaga, bukan tidak mungkin Banten akan menjadi model nasional dalam pengelolaan zakat berbasis pemberdayaan.
Institut Agama Islam Banten (IAIB) Serang merupakan perguruan tinggi Islam yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai keislaman. Selain fokus pada pendidikan, IAIB juga aktif dalam gerakan sosial dan pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari tanggung jawab keilmuan dan kemanusiaan.
(Has/Red*)















