DED Bumi Perkemahan Pramuka Cilegon Ditargetkan Rampung 2027, Langkah Awal Menuju Pusat Kegiatan Pramuka

CILEGON, WILIP.ID – Rencana pembangunan Bumi Perkemahan (Buper) Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Cilegon mulai memasuki tahap perencanaan yang lebih serius. Pemerintah Kota Cilegon bersama jajaran Gerakan Pramuka tengah mempersiapkan penyusunan Detail Engineering Design (DED) yang ditargetkan dapat terealisasi pada tahun 2027.

Bumi Perkemahan tersebut direncanakan akan dibangun di wilayah Cikerai, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, yang dinilai memiliki potensi kawasan alam yang cukup representatif untuk kegiatan kepramukaan dan pembinaan generasi muda.

Wakil Majelis Pembimbing Cabang (Wamabicab) Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Kota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo, menyampaikan bahwa pembangunan bumi perkemahan merupakan kebutuhan penting bagi pengembangan kegiatan Pramuka di Kota Cilegon. Hal tersebut ia sampaikan saat menghadiri kegiatan buka puasa bersama Pramuka yang dirangkai dengan santunan anak yatim dan pencanangan Karya Bakti Lebaran, Kamis 12 Maret 2026, di Aula Diklat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon.

Menurut Fajar, keberadaan bumi perkemahan tidak hanya menjadi lokasi kegiatan kemah, tetapi juga akan berfungsi sebagai pusat pembinaan karakter generasi muda melalui berbagai aktivitas kepramukaan.

“Untuk pengembangan fasilitas Bumi Perkemahan, kita terus pantau bersama. Informasi terakhir, update Detail Engineering Design atau DED direncanakan akan masuk pada tahun 2027. Mudah-mudahan semua prosesnya berjalan lancar,” ujar Fajar.

Ia menjelaskan bahwa DED merupakan tahapan penting sebelum pembangunan fisik dilakukan. Melalui dokumen tersebut, seluruh aspek teknis pembangunan akan dirancang secara detail, mulai dari tata kawasan, infrastruktur pendukung, hingga konsep pengembangan fasilitas di dalam area bumi perkemahan.

Dengan adanya perencanaan yang matang melalui DED, diharapkan pembangunan Buper Pramuka Cilegon dapat berjalan lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan kegiatan kepramukaan di masa depan.

Fajar juga menegaskan bahwa keberadaan bumi perkemahan akan menjadi sarana strategis untuk mendukung pembinaan karakter generasi muda di Kota Cilegon. Ia menilai Gerakan Pramuka selama ini telah menunjukkan kontribusi nyata di masyarakat, termasuk saat membantu penanganan dampak banjir dengan melakukan aksi bersih-bersih di lingkungan sekolah dan fasilitas umum.

“Pramuka bukan hanya soal seremoni kegiatan, tetapi juga gerakan pendidikan karakter. Dengan fasilitas yang memadai seperti bumi perkemahan, kegiatan pembinaan generasi muda bisa dilakukan lebih maksimal,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Cilegon, Erza Erdiansyah, menyebut pembangunan bumi perkemahan menjadi salah satu program prioritas dalam kepemimpinannya.

Menurut Erza, keberadaan Buper nantinya akan menjadi pusat aktivitas Gerakan Pramuka di Kota Cilegon sekaligus ruang pembelajaran bagi para anggota Pramuka.

“Insyaallah keinginan menghadirkan Bumi Perkemahan Pramuka bisa terwujud di masa kepemimpinan saya sebagai Ketua Kwarcab. Kita ingin Buper ini menjadi pusat pengembangan Gerakan Pramuka di Kota Cilegon,” ujar Erza.

Ia optimistis proses penyusunan DED pada 2027 akan menjadi titik awal bagi realisasi pembangunan kawasan tersebut. Dengan dukungan Pemerintah Kota Cilegon, Erza berharap rencana besar ini dapat segera terwujud dan menjadi tonggak baru bagi perkembangan Gerakan Pramuka di Kota Baja.

Jika terealisasi, Bumi Perkemahan Pramuka Cilegon diharapkan tidak hanya menjadi lokasi kegiatan kepramukaan, tetapi juga pusat pembinaan karakter, kepemimpinan, dan kreativitas generasi muda di Kota Cilegon.

(Has/Red*)