HMI Cilegon Siap Kritis ke Pemerintah, Tapi Tak Mau Jadi Kuda Politik

CILEGON, WILIP.ID – Pengurus baru Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Cilegon resmi dilantik di Aula Diskominfo Kota Cilegon, Sabtu (6/9/2025). TB Rizki Andika didapuk sebagai ketua umum periode 2025–2026, menggantikan Rahmat Hidayat.

Dalam pidato perdananya, Rizki menegaskan bahwa HMI akan tetap berdiri di jalur independen. Ia menolak keras jika ada pihak yang mencoba menunggangi organisasi mahasiswa Islam ini demi kepentingan politik tertentu.

“HMI adalah organisasi independen. Tidak ada kepentingan politik manapun yang bisa menunggangi kami,” tegas Rizki di hadapan kader dan alumni.

Meski begitu, Rizki menegaskan independensi bukan berarti menutup diri dari kerja sama dengan pemerintah. Menurutnya, HMI Cilegon siap bermitra strategis dengan eksekutif maupun legislatif, dengan catatan tetap kritis terhadap kebijakan yang tidak pro-rakyat.

“Kalau kebijakan tidak berpihak pada masyarakat, terutama menengah ke bawah, HMI akan bersuara lantang,” ujarnya.

Pesan Alumni: Jaga Marwah HMI

Sejumlah tokoh hadir dalam pelantikan ini, mulai dari Embay Mulya Syarif (Tokoh Banten), Kapolres Cilegon, hingga para alumni yang kini duduk di legislatif seperti Ketua DPRD Rizki dan Wakil Ketua DPRD Masduki.

Masduki yang juga alumni HMI menegaskan, independensi adalah ruh HMI sejak dulu. Menurutnya, itulah yang menjadikan HMI tetap relevan dan dipercaya hingga kini.

“HMI adalah sekolah kepemimpinan. Jangan sampai marwah itu hilang hanya karena kepentingan politik praktis,” kata Masduki.

Tradisi Kritis Harus Hidup

Rizki juga menegaskan bahwa HMI tidak hanya akan menjadi penyeimbang pemerintah, tetapi juga penjaga nalar kritis mahasiswa.

“Sebelum turun ke jalan, biasakan berdiskusi. Itu budaya HMI yang harus terus dijaga. Dari era reformasi hingga sekarang, HMI selalu menjadi ruang untuk melatih nalar kritis,” ungkapnya.

Dengan sikap independen dan tradisi kritis yang terus dirawat, HMI Cilegon bertekad tetap menjadi motor perubahan sosial tanpa kehilangan arah ideologisnya.

 

(Elisa/Red*)