CILEGON, WILIP.ID – Di tengah menjamurnya hotel-hotel modern di Kota Baja, satu nama tetap berdiri kokoh melintasi zaman: Hotel Gondang. Berdiri sejak 1975–1976, hotel ini bukan sekadar tempat menginap, tetapi telah menjelma menjadi bagian dari denyut sejarah Kota Cilegon.
Saat banyak hotel lawas tumbang tergerus persaingan, Hotel Gondang justru bertahan dan terus relevan. Bahkan hingga hari ini, Gondang tercatat sebagai satu-satunya hotel legendaris di Cilegon yang masih aktif beroperasi, menjadi saksi bisu perjalanan kota industri ini dari masa ke masa.
“Hotel ini bukan hanya soal kamar dan tamu, tapi tentang memori dan kepercayaan masyarakat,” ujar Haji Joni, pemilik Hotel Gondang yang dikenal luas sebagai tokoh yang dihormati di Cilegon, Kamis 4 Februari 2026. Di tangannya, hotel ini tidak sekadar dijaga sebagai aset bisnis, tetapi dirawat sebagai warisan daerah.
Menyadari tuntutan zaman yang terus berubah, Hotel Gondang melakukan renovasi besar pada 2014. Sentuhan modern dihadirkan untuk meningkatkan kenyamanan tamu, namun identitas klasiknya tetap dipertahankan. Hasilnya, hotel ini kini menawarkan suasana yang lebih segar tanpa kehilangan ruh legendarisnya.
Perpaduan antara nuansa lawas dan kenyamanan modern itu justru menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi tamu yang menginginkan pengalaman menginap yang berbeda dari hotel-hotel generik.
Keunggulan lain Hotel Gondang terletak pada lokasinya yang sangat strategis. Berada dekat dengan pusat wisata kuliner Cilegon dan jalur utama menuju kawasan wisata Anyer, hotel ini menjadi pilihan favorit bagi wisatawan yang mengutamakan akses mudah dan efisiensi perjalanan.
Dari sisi tarif, Hotel Gondang juga tampil kompetitif. Kamar minimalis dibanderol mulai Rp350 ribu hingga Rp450 ribu, sementara kamar dengan fasilitas lebih lengkap tersedia di kisaran Rp650 ribu, dengan jumlah terbatas sekitar 4–5 unit—ideal bagi tamu yang menginginkan kenyamanan ekstra.
Dengan kombinasi sejarah panjang, harga bersahabat, dan lokasi strategis, Hotel Gondang telah melampaui fungsi dasarnya sebagai tempat bermalam. Ia menjadi simbol ketahanan usaha lokal, sekaligus bukti bahwa warisan daerah bisa tetap hidup dan berdaya saing di tengah modernisasi.
Di Cilegon, menyebut Hotel Gondang bukan hanya bicara soal penginapan—melainkan tentang sebuah legenda yang terus menolak pudar.
(Has/Red*)















