CILEGON, WILIP.ID – Keselamatan warga semestinya menjadi prioritas pemerintah. Namun, lubang pada saluran drainase sedalam sekitar 1,5 meter di depan bekas Bank Bukopin, seberang Hotel Gondang, Kota Cilegon, menjadi perhatian karena berpotensi membahayakan pejalan kaki dan pengguna jalan.
Tokoh masyarakat Kota Cilegon, Ibrohim Aswadi, meminta Pemerintah Kota Cilegon segera turun tangan menangani kondisi tersebut. Ia mengingatkan, lubang drainase yang terbuka tidak boleh dianggap sebagai persoalan sepele, terlebih lokasinya berada di kawasan perkotaan yang dilalui masyarakat.
“Pemerintah jangan lalai terhadap keselamatan warga. Lubang sedalam itu sangat berbahaya jika dibiarkan terbuka. Kami khawatir ada pejalan kaki yang tidak melihatnya, lalu terperosok dan mengalami cedera,” ujar Ibrohim, Kamis, 29 Oktober 2026.
Menurut dia, kondisi saluran yang terbuka perlu segera ditangani, setidaknya dengan memasang penutup yang memadai serta pembatas atau rambu peringatan sebelum perbaikan permanen dilakukan.
Langkah pengamanan dinilai penting untuk mencegah warga terjerumus ke dalam lubang, terutama ketika kondisi jalan kurang terang, jarak pandang terbatas, atau hujan turun.
Drainase Berlubang, Sampah Menumpuk
Selain mengancam keselamatan pejalan kaki, saluran drainase tersebut juga menjadi perhatian karena dilaporkan telah dipenuhi sampah.
Ibrohim mengingatkan, sampah yang masuk ke saluran dapat menghambat aliran air. Jika terjadi penyumbatan, fungsi drainase untuk mengalirkan air hujan berpotensi terganggu dan meningkatkan risiko genangan hingga banjir di sekitarnya.
“Jangan sampai saluran yang seharusnya berfungsi mengalirkan air justru dipenuhi sampah. Kalau dibiarkan menumpuk dan menyumbat aliran, dampaknya bisa merugikan masyarakat,” katanya.
Ia meminta warga turut menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah ke dalam saluran drainase. Namun, persoalan sampah tersebut juga perlu diikuti penanganan oleh instansi terkait, termasuk pemeriksaan kondisi saluran dan pembersihan apabila diperlukan.
Jangan Tunggu Hujan, Jangan Tunggu Korban
Kekhawatiran terhadap kondisi drainase itu semakin besar menjelang musim hujan. Saluran yang terbuka dan mengalami kerusakan dikhawatirkan dapat semakin parah apabila terus terpapar aliran air tanpa penanganan yang memadai.
Ibrohim meminta Pemkot Cilegon segera memeriksa kondisi fisik saluran untuk memastikan apakah terdapat kerusakan pada struktur yang berpotensi menyebabkan bagian di sekitarnya ambrol.
Menurut dia, langkah antisipasi jauh lebih penting daripada menunggu persoalan berkembang menjadi kecelakaan atau gangguan lingkungan.
“Jangan menunggu ada warga yang menjadi korban baru dilakukan penanganan. Keselamatan masyarakat harus menjadi perhatian sejak awal. Apalagi sekarang kita menghadapi potensi hujan, kondisi saluran harus segera diperiksa dan diamankan,” tegasnya.
Ia berharap organisasi perangkat daerah (OPD) terkait segera meninjau lokasi, memasang pengamanan sementara, membersihkan sampah, serta memperbaiki bagian drainase yang rusak sesuai hasil pemeriksaan.
Bagi Ibrohim, persoalan lubang drainase bukan sekadar urusan infrastruktur. Ini menyangkut keselamatan warga, kebersihan lingkungan, dan kesiapan pemerintah dalam mengantisipasi risiko di ruang publik.
Pemerintah Kota Cilegon pun diharapkan tidak membiarkan kondisi tersebut berlarut-larut. Sebab, lubang terbuka yang terlihat sederhana dapat berubah menjadi ancaman serius ketika tidak segera ditangani, terlebih jika berada di jalur aktivitas masyarakat.
(Has/Red*)















