CILEGON, WILIP.ID — Cilegon selama ini lekat dengan citra sebagai kota industri. Deru kendaraan, aktivitas kawasan industri, lalu-lalang pekerja hingga kepadatan lalu lintas menjadi bagian dari dinamika kehidupan sehari-hari.
Namun, di tengah atmosfer kota yang identik dengan aktivitas industri tersebut, ada sebuah tempat yang menawarkan pengalaman berbeda.
Jauh dari keramaian jalan raya dan berada di tengah kawasan persawahan, Villa Hanina hadir sebagai ruang untuk beristirahat, berkumpul, sekaligus menikmati suasana yang lebih tenang.

Villa Hanina berlokasi di Jalan Sunan Drajat, Linkungan Temugiring, Kelurahan Banjarnegara, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon.
Lokasinya yang berada di kawasan persawahan menjadi salah satu daya tarik utama. Pengunjung tidak langsung berhadapan dengan kepadatan permukiman maupun lalu lintas kendaraan.
Owner Villa Hanina, H. Ni’matullah Rasyid, mengatakan konsep tersebut memang menjadi bagian dari alasan dirinya mengembangkan tempat tersebut.
“Yang menarik itu suasananya. Jauh dari debu, polusi, terutama polusi industri dan tambang. Jauh dari jalan raya, kebisingan dan riuh kendaraan,” kata Ni’matullah, Kamis (1/10/2026).
Menariknya, Villa Hanina tidak lahir dari sebuah perencanaan bisnis penginapan.

Tempat tersebut bermula dari sebuah sawung yang dibangun pada 8 Agustus 2020. Saat itu, Ni’matullah hanya ingin memiliki tempat sederhana untuk menikmati kopi sekaligus berkumpul bersama teman-temannya.
“Dulu awalnya hanya sawung. Tempat ngopi dan ngobrol. Iseng saja. Karena banyak teman yang datang, akhirnya dari mulut ke mulut,” ujarnya.
Dari sebuah tempat sederhana untuk berkumpul, Villa Hanina kemudian berkembang secara bertahap.
Berbagai fasilitas mulai ditambahkan hingga kawasan tersebut kini dapat digunakan untuk beragam kebutuhan. Tersedia empat kamar penginapan, aula berukuran standar yang dilengkapi dua kamar tidur berpendingin udara, kamar mandi, sawung, lapangan, panggung acara, area parkir, musala, kolam ikan, warung kopi hingga sejumlah spot untuk bersantai dan berswafoto.

Kolam ikan yang ada di kawasan tersebut juga dimanfaatkan untuk pembibitan ikan nila.
Suasana semakin berbeda ketika malam tiba. Area terbuka dengan penerangan yang ditata sedemikian rupa menjadi salah satu pilihan bagi pengunjung yang ingin menikmati waktu santai bersama keluarga maupun teman.

Untuk kegiatan bersama, Villa Hanina dapat menampung sekitar 80 hingga 100 orang.
Penggunaannya pun tidak terbatas untuk menginap. Tempat tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan, mulai dari family gathering, reuni, kegiatan sekolah dan kampus, rapat perkantoran, komunitas hingga kegiatan pemerintahan.
“Jadi tergantung kebutuhan. Siapa saja yang mau datang ke sini bisa. Dari masyarakat biasa sampai pejabat,” kata Ni’matullah.

Menyiapkan Konsep Wedding Garden
Tidak berhenti sebagai tempat menginap dan berkumpul, Villa Hanina juga mulai diarahkan untuk menjadi salah satu alternatif lokasi kegiatan outdoor, termasuk resepsi pernikahan.
Area terbuka dan panggung yang telah tersedia dapat dimanfaatkan untuk konsep wedding garden, terutama bagi masyarakat yang menginginkan suasana resepsi yang lebih dekat dengan alam.
Konsep tersebut juga dinilai dapat menjadi alternatif bagi warga yang tidak ingin menggelar resepsi dengan menutup akses jalan di lingkungan permukiman.
“Kenapa saya buat panggung? Sebetulnya bukan hanya untuk siswa. Sekarang banyak resepsi pernikahan outdoor. Kalau memang mau dipakai untuk resepsi, silakan,” ujarnya.

Pengembangan fasilitas masih terus dilakukan.
Pengelola berencana menambah kolam renang, memperluas lapangan dan area parkir, serta menambah kamar tidur dan kamar mandi.
Pengembangan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan masukan dari para pengunjung.
“Respons tamu positif. Tapi ada saran-saran. Tempat wudu sudah kami tambah. Ke depan kamar mandi dan kamar tidur juga akan ditambah,” katanya.
Di Tengah Sawah, Bukan Berarti Sulit Dijangkau
Meski berada di kawasan persawahan, Villa Hanina relatif mudah diakses.
Lokasinya berjarak sekitar 500 meter hingga 1 kilometer dari akses Jalan Lingkar Selatan (JLS). Sementara perjalanan menuju kawasan wisata pantai Anyer diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 20-30 menit, tergantung kondisi lalu lintas.
Kendaraan pribadi seperti Toyota Fortuner, Mitsubishi Pajero, Toyota Innova hingga Toyota Avanza masih dapat menuju area bawah villa. Untuk kendaraan berukuran besar, pengunjung perlu menyesuaikan dengan kondisi akses dan area parkir yang tersedia.
Dari sisi harga, pengelola menawarkan tarif berdasarkan kebutuhan dan jumlah pengunjung.

Untuk rombongan besar, tarif yang ditawarkan berada di kisaran Rp800 ribu hingga Rp1,5 juta per malam. Sementara penggunaan untuk keluarga mulai dari sekitar Rp700 ribu.
Pengunjung juga tidak perlu terlalu khawatir soal kebutuhan konsumsi sederhana. Di kawasan villa tersedia kedai yang menyediakan minuman, makanan ringan hingga mi instan.
Pada akhirnya, Villa Hanina menawarkan sesuatu yang sederhana, tetapi justru menjadi semakin berharga di tengah kehidupan perkotaan: ruang untuk berhenti sejenak.
Di tengah Cilegon yang dikenal sebagai kota industri, tempat seperti Villa Hanina menawarkan perspektif berbeda tentang bagaimana sebuah kawasan dapat dimanfaatkan sebagai ruang rekreasi dan berkumpul tanpa harus kehilangan suasana alami.
Duduk di saung, menikmati hamparan persawahan, bercengkerama bersama keluarga, menggelar gathering atau sekadar menyeruput kopi sambil menjauh sejenak dari hiruk-pikuk kota.
Bagi Villa Hanina, daya tarik itu bukan semata-mata tentang bangunan atau fasilitas.
Melainkan tentang suasana.
(Alfa/ADV*)















