Wilayah Sekitar SMPN 12 Cilegon Masih Jadi Langganan Banjir Kiriman dari Perbukitan

CILEGON, WILIP.ID – Wilayah sekitar SMP Negeri 12 Cilegon hingga kini masih menjadi salah satu titik rawan banjir saat musim hujan tiba. Banjir yang kerap terjadi di kawasan tersebut sebagian besar merupakan kiriman air dari wilayah perbukitan di sekitarnya ketika curah hujan tinggi mengguyur dalam waktu lama.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon, Suhendi, mengatakan kondisi geografis kawasan tersebut membuat aliran air dari dataran tinggi dengan cepat turun ke wilayah permukiman dan fasilitas umum, termasuk area sekitar SMPN 12 Cilegon.

“Setiap hujan besar, air dari wilayah perbukitan turun cukup deras. Ini yang menyebabkan kawasan sekitar SMPN 12 sering terdampak banjir,” kata Suhendi saat ditemui usai kegiatan Pramuka di Aula X UPTD Pendidikan Kecamatan Jombang, Sabtu (13/12/2025).

Menurutnya, wilayah tersebut masuk dalam kategori rawan karena berada pada jalur aliran air alami. Ketika intensitas hujan tinggi dan drainase tidak mampu menampung debit air, genangan hingga banjir tak terhindarkan.

BPBD mencatat, banjir di kawasan ini kerap terjadi saat hujan lebat berlangsung lebih dari satu jam. Genangan air tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga berdampak pada kegiatan belajar mengajar dan akses jalan di sekitar sekolah.

Untuk mengurangi risiko banjir, Pemerintah Kota Cilegon melalui Dinas PUPR telah melakukan sejumlah upaya, mulai dari normalisasi saluran air hingga pembangunan dan optimalisasi tandon penampungan air. Pompa air juga disiapkan untuk mengalirkan limpasan ke tandon agar tidak meluap ke permukiman.

“Upaya sudah dilakukan, namun karena ini banjir kiriman dari perbukitan, perlu penanganan berkelanjutan dan kerja sama semua pihak, termasuk menjaga saluran air tetap bersih,” ujarnya.

Selain mitigasi struktural, BPBD juga mengintensifkan sosialisasi kepada warga sekitar agar lebih waspada saat hujan deras. Masyarakat diimbau memantau kondisi cuaca dan segera mengamankan diri jika debit air mulai meningkat.

“Kami minta warga, terutama di sekitar SMPN 12, untuk lebih waspada. Jika hujan deras berlangsung lama, sebaiknya menghindari aktivitas di sekitar aliran air dan segera melapor jika terjadi kondisi darurat,” pungkas Suhendi.

BPBD berharap, dengan peningkatan kewaspadaan dan penguatan mitigasi, dampak banjir kiriman di kawasan sekitar SMPN 12 Cilegon dapat diminimalisir, sehingga aktivitas warga dan kegiatan pendidikan tetap berjalan aman.

 

(Pis/Red*)