Kisah Inspiratif Pengabdian Siti Faridah Untuk Pendidikan dan Kesejahteraan Perempuan

 

CILEGON, WILIP- Satu kisah inspiratif tentang pengabdian perempuan untuk pendidikan di Banten adalah Siti Faridah. Ia tidak hanya seorang istri dari Wakil Wali Kota Cilegon Sanuji Pentamarta, juga seorang aktivis pendidikan asal Banten yang telah memperjuangkan pendidikan yang layak untuk anak-anak.

Ibu dari 5 anak tersebut sangat peduli terhadap berbagai isu pendidikan dan perempuan. Ditengah kesibukan mendampingi suami di berbagai kegiatan Pemerintah Kota Cilegon, perempuan 56 tahun itu juga aktif di berbagai organisasi seperti Wanita PUI Banten, Pokja PKK Kota Cilegon, Pembina Himpaudi Kota Cilegon, dan juga Kader PKS Banten.

“Naluri seorang ibu yang menginginkan pendidikan terbaik buat anak-anaknya. kemudian ketika mendampingi suami sebagai politisi, diberikan kesempatan melihat lebih banyak keresahan langsung dari masyarakat, seperti pendidikan dan perempuan,” kata Siti Faridah yang juga akrab disapa Eneng.

Putri asli Banten itu terlahir dari keluarga ulama, Ayahanda H. Madkur dari Tanara dan Ibunda Hj. Sab’ah dari Pontang. Siti Faridah dididik dengan ilmu agama yang sangat kuat, menjadikannya perempuan cerdas dan mandiri.

“Masa depan Indonesia akan lebih baik jika dimulai dari keluarga, anak-anak mendapatkan pendidikan yang baik, perempuan atau ibu juga harus punya ketahanan ekonomi yang baik,” kata Siti Faridah.

Pengalaman hidup Siti Faridah yang akhirnya membawa semangatnya untuk terlibat dalam dunia pendidikan. Seperti mendirikan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga menjadi guru di jenjang pendidikan SLTP.

Tak hanya aktif menjadi guru, Siti Faridah juga pendiri dan pembina Lembaga Pembinaan dan Pemberdayaan Keluarga (LP2K) sehingga kerap kali mendapat undangan untuk mengisi berbagai kegiatan parenting di Banten.

“Saya sering mengisi acara parenting, pembinaan bagi Pasangan Suami – Istri serta kegiatan seminar pra nikah bagi kalangan muda-mudi,” kata Siti Faridah.

Siti Farida tidak meninggalkan kodratnya sebagai seorang istri dan ibu untuk kelima anaknya, ia sangat bijak mengatur waktu untuk keluarga dan kegiatan sebagai aktifis perempuan.

“Sebagai istri dari Wakil Wali Kota, saya ingin terus memberikan manfaat dengan memberikan pendampingan pada ketahanan keluarga, turut membantu program peningkatan ekonomi dengan membuka peluang lapangan pekerjaan melalui UMKM,” kata Siti Faridah.

Menurutnya, penting adanya pendampingan bagi pertumbuhan ekonomi keluarga dengan memberikan fasilitas pelatihan, akses pemasaran, dan permodalan.

Begitu juga dengan pendampingan untuk peningkatan pendidikan. Terjun langsung ke masyarakat, mendidik, dan pembinaan sebagai upaya untuk meningkatkan taraf pendidikan terbaik yang dapat diakses oleh semua orang.

“Sebagai seorang ibu memiliki naluri alami untuk memberikan pendidikan yang baik bagi anak-anaknya. Begitu juga seorang perempuan ingin juga sesama perempuan mendapatkan kehidupan yang layak dan bahagia bersama keluarga,” kata Siti Faridah.

Siti Faridah percaya keberhasilan keluarga dimulai dengan keberanian perempuan untuk berdaya dan memberikan kontribusi positif, seperti investasi dalam diri sendiri melalui pendidikan, karena ilmu adalah kekayaan yang tak tergoyahkan.