Lilla dan D’Blackberry: Dari Politik ke Panggung Musik, Manisnya Harmoni di HUT RI ke-80

Oplus_131072

CILEGON, WILIP.ID – Di balik gegap gempita perayaan HUT RI ke-80 di kawasan Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak, Banten, Rabu (20/8/2025), hadir sebuah kisah yang tak kalah menarik. Sebuah band lokal bernama D’Blackberry berhasil mencuri perhatian, menghadirkan nuansa berbeda dalam perayaan kemerdekaan.

Band ini memang bukan band biasa. Baru terbentuk pada Desember 2024, D’Blackberry terdiri dari lima personel dengan latar belakang profesi yang sangat beragam. Ada pekerja industri, ada welder, hingga seorang vokalis perempuan yang justru dikenal publik sebagai politikus sekaligus pengusaha — Siti Holillah atau Lilla.

Ya, Lilla… sosok perempuan yang menjadi pusat perhatian, sekaligus alasan mengapa band ini diberi nama D’Blackberry.

“Namanya harus manis, karena vokalisnya perempuan,” ujar Lilla, penuh senyum.

Tapi jangan salah, di balik senyum manis itu, tersimpan komitmen dan keteguhan hati. Meski sibuk dengan dunia politik dan bisnis, Lilla bersama rekan-rekannya tetap disiplin menjaga harmoni band ini. Mereka rutin berlatih, minimal sekali dalam sepekan. Bahkan, bisa dua kali ketika ada jadwal manggung.

“Menyatukan waktu memang sulit, tapi kalau ada komitmen dan integritas, semua bisa berjalan,” ungkapnya.

Dan benar saja, malam itu D’Blackberry membius penonton dengan lantunan lagu-lagu karya Ahmad Dhani, yang mereka anggap paling mewakili warna musik band ini.

Apresiasi pun datang dari berbagai pihak. Salah satunya dari Subari, anggota DPRD Kota Cilegon Fraksi PAN sekaligus penasihat D’Blackberry. Lewat sambungan WhatsApp, ia menegaskan pentingnya ruang bagi musisi lokal untuk berkembang.

“Industri musik lokal harus mendapat tempat. D’Blackberry adalah bukti bahwa talenta Cilegon punya potensi besar. Musik bukan hanya hiburan, tapi juga cara mempererat kebersamaan sekaligus mengangkat citra kota,” ujarnya.

Dengan penuh keyakinan, Subari juga menitip pesan untuk generasi muda.

“Musik adalah bahasa universal yang menyatukan banyak orang. Saya berharap D’Blackberry menjadi inspirasi dan semangat baru, bukan hanya di Cilegon, tapi juga di panggung yang lebih luas,” tegasnya.

Malam itu, D’Blackberry bukan sekadar tampil… tapi menghadirkan kisah. Kisah tentang mimpi, kebersamaan, dan keyakinan, bahwa dari sebuah kota industri, musik bisa lahir dan bersinar.

Dan siapa sangka, band yang lahir dari keragaman profesi ini, bisa jadi bintang baru dari Cilegon…

Sebuah kisah… yang mungkin baru saja dimulai.

 

(Elisa/Red*)