CILEGON, WILIP.ID – Hujan deras yang mengguyur Kota Cilegon dalam beberapa hari terakhir menyebabkan kawasan Lingkungan Wates 2, Kelurahan Gedong Dalem, Kecamatan Jombang kembali terendam banjir. Warga pun beramai-ramai turun tangan, dibantu oleh Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) BMPP Mandiri yang datang langsung membantu penanganan darurat di lokasi.
Tak menunggu lama, tim BMPP Mandiri bersama warga membuka saluran air sepanjang sekitar 500 meter, dari kawasan pemukiman hingga jembatan menuju Metro Villa. Upaya itu dilakukan agar air hujan bisa mengalir lancar dan tak lagi menggenangi rumah warga.
“Ini bentuk kontribusi nyata kami untuk masyarakat. BMPP Mandiri hadir bukan cuma nama lembaga sosial di atas kertas, tapi benar-benar turun langsung membantu warga,” kata Mahsus, Humas LKS BMPP Mandiri, saat ditemui di lokasi, Senin (10/11/2025).
Menurut Mahsus, selama ini masih banyak yang menilai lembaganya sebatas institusi administratif, padahal BMPP Mandiri aktif berperan di lapangan—terutama dalam isu sosial dan lingkungan.
“Warga meminta bantuan alat berat untuk mengeruk saluran air yang sudah dangkal. Jadi ketika hujan deras, air langsung meluap karena tak ada jalur pembuangan yang cukup,” ujarnya.
Ketua RT 03 RW 04, Hamzani, mengungkapkan, banjir yang kerap melanda wilayahnya merupakan dampak dari pembangunan jalan tol baru. Permukaan jalan tol yang lebih tinggi membuat air hujan mengalir deras ke arah permukiman warga.
“Dulu sebelum ada tol, di sini tidak pernah banjir. Tapi sekarang, hujan satu jam saja sudah masuk ke rumah,” ucapnya.
Hamzani menambahkan, pihaknya telah berulang kali melaporkan masalah ini ke kelurahan dan pengelola tol. Namun hingga kini, belum ada tindak lanjut berarti.
“Kami berharap pemerintah bisa meninjau langsung kondisi ini. Kalau dibiarkan, tiap musim hujan warga pasti kebanjiran lagi,” katanya.
Sementara itu, Mustafa, salah satu warga setempat, menyampaikan rasa terima kasih kepada BMPP Mandiri yang sigap turun tangan tanpa menunggu instruksi dari pemerintah.
“Kami sudah lama menunggu perhatian. Alhamdulillah, BMPP Mandiri datang bantu langsung. Semoga ke depan, pemerintah juga bisa lebih cepat tanggap,” ucapnya.
Sebagai tindak lanjut, pihak RT berencana membawa persoalan banjir ini ke Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) 2026 agar bisa masuk dalam program prioritas pemerintah daerah. Warga berharap adanya normalisasi saluran air secara permanen, bukan hanya pengerukan sementara.
BMPP Mandiri sendiri berkomitmen untuk terus bersinergi dengan masyarakat dan pemerintah daerah dalam menjaga lingkungan serta meningkatkan kesejahteraan warga, terutama di wilayah Cilegon dan sekitarnya.
(Elisa/Red*)















