CILEGON, WILIP.ID – Pagi di MAN 2 Kota Cilegon terasa berbeda pada Selasa, 7 Oktober 2025. Barisan berseragam loreng hijau memasuki halaman sekolah. Mereka bukan sedang berlatih militer, melainkan menjalankan misi akademik: Kuliah Kerja Lapangan (KKL) para perwira siswa Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (SESKOAD) Angkatan ke-66.
Kegiatan itu membawa tema besar: “Pemberdayaan Satuan Komando Kewilayahan dalam Rangka Meningkatkan Program Makan Bergizi Gratis Menuju Indonesia Emas 2040.”
Dipimpin oleh Mayor Inf I Putu Citra, rombongan Pasis disambut hangat oleh keluarga besar MAN 2 Cilegon. “Kami sangat berterima kasih atas sambutan luar biasa dari pihak sekolah dan para siswa,” ujar Putu Citra.
Riset Lapangan di Sekolah Madrasah
Dalam kunjungannya, para perwira siswa SESKOAD tak hanya beramah-tamah. Mereka melakukan wawancara langsung dengan guru dan siswa untuk menggali pandangan mengenai pelaksanaan program makan bergizi gratis — sebuah program pemerintah yang tengah digencarkan di berbagai daerah.
Dari hasil wawancara, Putu Citra mengungkapkan bahwa para guru dan siswa menyambut positif kebijakan itu. “Program ini mendapat dukungan penuh. Mereka menilai, makan bergizi gratis mampu meningkatkan konsentrasi belajar dan kesehatan peserta didik,” ujarnya.
Kegiatan KKL ini menjadi bentuk nyata sinergi antara dunia pendidikan dan militer dalam mendukung pembangunan manusia Indonesia. Para perwira muda belajar langsung dinamika sosial di lapangan, sementara para siswa mendapatkan inspirasi baru tentang disiplin dan semangat pengabdian.
Menumbuhkan Semangat Bela Negara
Tak berhenti pada riset, rombongan SESKOAD juga menggelar sesi sosialisasi tentang peran TNI Angkatan Darat dan proses rekrutmen prajurit. Mayor Putu Citra menyebut, banyak siswa yang menunjukkan minat tinggi terhadap dunia militer.
“Kami melihat semangat mereka luar biasa. Mudah-mudahan dari MAN 2 Cilegon lahir calon-calon perwira masa depan yang siap mengabdi untuk bangsa,” katanya dengan senyum bangga.
Kegiatan itu, menurutnya, bukan sekadar mengenalkan profesi militer, melainkan juga menanamkan nilai-nilai bela negara, kedisiplinan, dan tanggung jawab sosial.
Madrasah dan Tentara: Dua Dunia, Satu Semangat
Kepala MAN 2 Kota Cilegon, Mamad, mengaku bangga sekolahnya menjadi lokasi kunjungan Pasis SESKOAD. “Alhamdulillah, kami merasa terhormat. Anak-anak mendapat banyak ilmu dan motivasi baru dari para perwira siswa,” ujarnya.
Ia menilai kegiatan itu membawa dampak positif. “Setelah sosialisasi, banyak siswa kami yang tertarik untuk bergabung menjadi prajurit TNI. Ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri,” tambah Mamad.
Didampingi Sekretaris Komite Sekolah, Rachmat AS, Mamad berharap kerja sama serupa bisa terus berlanjut. “Kami ingin kegiatan seperti ini menjadi agenda rutin. Karena madrasah juga punya tanggung jawab membentuk karakter kebangsaan dan cinta tanah air,” tuturnya.
Jembatan Pengetahuan dan Pengabdian
Kunjungan ditutup dengan sesi foto bersama di halaman sekolah — para perwira berdiri sejajar dengan para guru dan siswa, sebuah simbol harmoni antara disiplin militer dan kecerdasan akademik.
Di tengah gempuran zaman digital dan budaya populer, pertemuan itu mengingatkan kembali bahwa semangat kebangsaan tak boleh padam. Dari madrasah di Kota Baja ini, nilai-nilai bela negara terus ditanamkan — bukan dengan senjata, tapi dengan pengetahuan dan keteladanan.
(Elisa/Red*)















