CILEGON, WILIP.ID — Iklim demokrasi di tingkat akar rumput kembali terasa kuat di lingkungan RW 04 Gerem Raya, Kota Cilegon. Pemilihan Ketua RW yang diikuti tiga RT berlangsung aman, tertib, dan penuh nuansa kebersamaan. Sejak pagi hari, warga tampak antusias mendatangi lokasi pemungutan suara, mencerminkan tingginya partisipasi masyarakat dalam menentukan arah kepemimpinan di lingkungannya sendiri.
Pemilihan Ketua RW kali ini bukan sekadar agenda rutin lima tahunan. Lebih dari itu, momentum demokrasi tersebut menjelma menjadi ruang konsolidasi sosial. Warga tidak hanya menyalurkan hak pilih, tetapi juga memanfaatkan kesempatan untuk bersilaturahmi, memperkuat komunikasi, serta meneguhkan kembali nilai gotong royong yang selama ini menjadi denyut kehidupan bermasyarakat di Gerem Raya.
Hasil penghitungan suara menetapkan calon nomor urut 1, Maryani, sebagai peraih suara terbanyak dengan 143 suara. Ia unggul atas calon nomor urut 4 yang memperoleh 95 suara, disusul nomor urut 2 dengan 69 suara, dan nomor urut 3 dengan 46 suara. Dengan hasil tersebut, Maryani resmi terpilih sebagai Ketua RW 04 Gerem Raya untuk periode selanjutnya.
Usai penetapan, Maryani menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan warga. Ia menegaskan bahwa jabatan Ketua RW bukanlah amanah personal, melainkan tanggung jawab kolektif yang harus dijalankan bersama seluruh elemen masyarakat.
“Alhamdulillah saya dipercaya menjadi Ketua RW 04. Jujur ada rasa ngeri-ngeri juga, tapi terima kasih kepada seluruh warga. Saya ingin kita berjalan bareng. Tidak ada permusuhan karena kalah atau menang. Kita semua adalah warga Gerem Raya,” ujarnya.
Dalam program kerja awal, Maryani menargetkan pembentukan struktur kepengurusan RW dalam 100 hari pertama. Fokus kepemimpinannya diarahkan pada penanganan banjir, pembenahan sistem drainase, serta penataan lingkungan agar lebih tertib, sehat, dan berkelanjutan.
Apresiasi terhadap pelaksanaan pemilihan RW 04 juga disampaikan tokoh masyarakat Gerem Raya, Haji Rebudin. Menurutnya, suasana rukun dan kondusif selama proses pemilihan menjadi cerminan kedewasaan warga dalam menyikapi perbedaan pilihan.
“Alhamdulillah hari ini RW 04 Gerem Raya melaksanakan demokrasi dengan penuh kebersamaan. Semua saling bersilaturahmi, rukun, dan menjaga suasana tetap harmonis. Dengan kebersamaan, kita bisa kompak membangun lingkungan,” tuturnya.
Ia menegaskan, hasil pemilihan harus menjadi titik temu persatuan, bukan pemicu perpecahan. Seluruh warga diajak untuk menerima hasil demokrasi dengan lapang dada demi kemajuan bersama.
“Tidak ada yang menang dan tidak ada yang kalah. Semua demi RW 04. Yang terpenting setelah ini kita tetap saling menjaga, bersilaturahmi, dan bersama-sama memajukan Gerem Raya,” katanya.
Senada, tokoh masyarakat lainnya, Haji Nikmatullah, menekankan pentingnya kerja kolektif untuk menjawab persoalan lingkungan yang selama ini dirasakan warga, khususnya terkait banjir dan kerusakan drainase.
“Insyaallah kami akan bahu-membahu membenahi drainase dan mencari solusi agar banjir tidak terulang. Persoalan galian C juga menjadi perhatian serius karena menyangkut keselamatan dan kenyamanan warga,” tegasnya.
Ia juga menyoroti peran strategis RW dalam mengawal aktivitas industri di wilayah Gerem Raya agar benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. Menurutnya, pertumbuhan industri harus berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan.
Aktivitas galian C yang sempat terjadi di wilayah tersebut dinilai berkontribusi terhadap banjir dan kerusakan lingkungan. Karena itu, pengawasan bersama dan sikap tegas dinilai menjadi kunci agar kejadian serupa tidak terulang.
“Di sini ada industri besar seperti Lotte. Kita kawal bersama supaya bermanfaat bagi warga. Tapi lingkungan juga harus dijaga. Aktivitas galian C kemarin berdampak banjir. Kita harus menghimpun kekuatan dan memberi pesan tegas agar tidak ada lagi perusakan lingkungan di Gerem Raya,” ujarnya.
Terpilihnya Ketua RW 04 yang baru membawa harapan besar bagi warga Gerem Raya. Kepemimpinan yang amanah, solid, dan responsif terhadap persoalan lingkungan diharapkan mampu menghadirkan perubahan nyata, sekaligus menjaga harmoni sosial di tengah dinamika pembangunan Kota Cilegon yang terus bergerak maju.
(Pis/Red*)















