CILEGON, WILIP.ID – Pemerintah Kota Cilegon mulai menggeser orientasi pembangunan kawasan industri ke arah yang lebih hijau. Bersama unsur Forkopimda dan pelaku industri, pemkot meluncurkan program penataan lingkungan dengan menanam 1.500 pohon produktif di Kecamatan Ciwandan, Kamis, 18 Desember 2025.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperbaiki ekosistem kota yang selama ini identik dengan cerobong pabrik dan lalu lintas berat. Penghijauan di kawasan industri diharapkan mampu menjadi solusi berkelanjutan untuk mengurangi potensi banjir, meningkatkan kualitas udara, sekaligus memperindah wajah Kota Cilegon.
Wali Kota Cilegon Robinsar mengatakan, penataan lingkungan tidak bisa lagi diposisikan sebagai program pelengkap. Di kota industri seperti Cilegon, keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan menjadi kebutuhan mendesak.
“Pemerintah Kota Cilegon berharap penataan lingkungan ini dapat menjadi solusi berkelanjutan,” ujar Robinsar.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Kodim 0623/Cilegon serta PT KTI dan sejumlah perusahaan industri yang terlibat langsung dalam kegiatan penanaman pohon produktif tersebut. Menurut Robinsar, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar program penghijauan tidak berhenti pada seremoni semata.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi. Kegiatan ini juga menjadi inspirasi bagi kami di pemerintah daerah,” katanya.
Robinsar menegaskan, ke depan Pemkot Cilegon akan mengambil peran yang lebih aktif dan masuk lebih dalam dalam agenda penghijauan, baik di kawasan industri maupun wilayah perkotaan lainnya. Pemerintah, kata dia, ingin memastikan pembangunan kota berjalan seiring dengan upaya menjaga daya dukung lingkungan.
“Insya Allah pemerintah akan lebih masuk lagi dalam rangka penghijauan di wilayah perkotaan dan kawasan lainnya di Kota Cilegon, agar tercipta keseimbangan lingkungan,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh pelaku industri di Cilegon untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Menurut Robinsar, tanggung jawab industri tidak berhenti pada produksi dan keuntungan, tetapi juga pada upaya mengimbangi emisi karbon dan dampak polusi yang dihasilkan.
“Industri saya harap bisa lebih aware dan peduli terhadap lingkungan dan alam. Jangan hanya membuang polusi, tapi juga merawat alam agar kota ini lebih asri dan lebih layak ditinggali,” kata Robinsar menutup pernyataannya.
(Rais/Red*)















