CILEGON, WILIP.ID – Upaya pengembangan potensi wisata berbasis masyarakat terus digencarkan di Kota Cilegon. Warga Lingkungan Gerem Talang RW 08, Kelurahan Gerem, secara resmi membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bukit Kembar, dalam musyawarah yang digelar pada Rabu malam, 24 Desember 2025.
Kegiatan yang berlangsung pukul 20.00 WIB di rumah Ketua RW 08 itu dihadiri sekitar 38 peserta dari berbagai unsur masyarakat. Hadir dalam kesempatan tersebut Plt Lurah Gerem, Bhabinkamtibmas Kelurahan Gerem, para Ketua RT 01 hingga RT 05, Ketua RW 08, tokoh masyarakat, serta pemuda setempat.
Pembentukan kepengurusan Pokdarwis dilakukan secara demokratis melalui mekanisme voting. Hasilnya, Rouf, S.Pd., MM terpilih sebagai Ketua Pokdarwis Bukit Kembar. Ia didampingi Subeti sebagai Wakil Ketua, Malik sebagai Sekretaris, dan Aim Rojuli sebagai Bendahara. Sementara struktur kepengurusan pada masing-masing seksi akan dilengkapi dan ditetapkan pada tahap selanjutnya.
Plt Lurah Gerem, Nikmatul Qismat, dalam sambutannya menekankan pentingnya pengelolaan wisata yang tetap berpegang pada nilai-nilai lokal. Ia mengingatkan agar geliat pariwisata tidak menggerus budaya setempat.
“Pengelolaan wisata diharapkan tetap menjaga nilai-nilai budaya lokal dan tidak terpengaruh budaya asing yang bertentangan dengan kearifan setempat. Seluruh pengelola juga harus mampu menghargai dan melayani tamu dengan baik guna menjaga marwah serta citra wisata,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pokdarwis Bukit Kembar terpilih, Rouf, dalam sambutan perdananya menegaskan komitmen terhadap tata kelola wisata yang tertib dan berizin. Salah satu poin yang disepakati adalah pengaturan akses menuju lokasi wisata.
“Setiap akses jalan yang digunakan untuk kegiatan wisata harus memiliki perizinan yang jelas. Untuk tahap awal, akses menuju Bukit Kembar disepakati hanya melalui satu jalur utama, yakni wilayah Gerem Talang RW 08,” tegasnya.
Pendampingan pembentukan Pokdarwis turut difasilitasi oleh Yuli Engkong, fasilitator pariwisata yang memaparkan sejumlah agenda penting ke depan. Di antaranya meliputi pelantikan resmi pengurus, penyusunan program kerja, pengurusan perizinan akses jalan, pelaksanaan Training of Trainer (ToT), serta kegiatan gotong royong sebagai pondasi awal pengelolaan destinasi.
Engkong menilai komposisi kepengurusan Pokdarwis Bukit Kembar sebagai salah satu yang terbaik dari proses pendampingan yang pernah ia lakukan.
“Pembentukan Pokdarwis ini sangat ideal karena melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Unsur kelurahan, kepolisian, tokoh agama, tokoh kasepuhan, hingga pemuda semua hadir dan masuk dalam struktur organisasi. Ini modal sosial yang sangat kuat untuk pengembangan wisata berkelanjutan,” ujarnya.
Dengan terbentuknya Pokdarwis Bukit Kembar, warga Gerem Talang berharap potensi wisata lokal dapat dikelola secara profesional, partisipatif, dan berkelanjutan, sekaligus menjadi penggerak ekonomi masyarakat tanpa meninggalkan identitas budaya setempat.
(Pis/Red*)















