LEBAK, WILIP.ID -Mitigasi bencana tsunami di masyarakat pesisir memerlukan pendekatan holistik yang melibatkan partisipasi aktif seluruh komunitas. Pemahaman mitigasi bencana menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko dan dampak bencana alam.
Kelompok 86 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) dalam menjalankan program Untirta Mengabdi Untuk Kawasan Banten Selatan dirasa penting untuk memberikan edukasi mitigasi bencana kepada masyarakat Desa Panggarangan, Kecamatan Panggarangan, kabupaten Lebak, propinsi Banten.
Ketua kelompok 86 KKM Untirta, Farrel Augusto Pandelaki mengatakan program kerja yang dilakukan mahasiswa sesuai dengan kebutuhan di masyarakat. Pemahaman tentang mitigasi bencana, penanganan pasca bencana, hingga pemulihan pasca bencana sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
“Wilayah pesisir sangat rentan terjadinya bencana. Disini kita belajar mitigasi bencana. Hingga pemulihan pasca bencana,” kata Farrel.
Ketua Pengurus Gugus Mitigasi Bencana Lebak Selatan, Anis kegiatan tidak terfokus ketika terjadi bencana namun juga pasca bencana.
“Mayoritas fokus dari badan mitigasi bencana lain adalah setelah terjadi bencana mereka memberi bantuan namun ketika beritanya sudah reda bantuan tersebut dihentikan. Padahal persawahan, perkebunan, dan peternakan yang menjadi sumber pangan belum pulih,” kata Anis saat menyampaikan materi.
Anis menambahkan, memulihkan dan mengajak masyarakat bangkit pasca bencana juga sangat penting. Sehingga ketika bantuan dihentikan, masyarakat sudah tidak lagi khawatir dan sudah mampu menjalankan kehidupan seperti sebelum terjadi bencana.
Dosen pembimbing Lapangan Kelompok 86 KKM Untirta Didik Aribowo mengatakan penempatan mahasiswa di sebuah wilayah diharapkan mampu menganalisa persoalan dan memberikan solusi yang dialami masyarakat setempat.
“Pengabdian kepada masyarakat diharapkan bisa memberikan dampak manfaat yang luas. Tidak hanya sementara, namun ada keberlangsungan secara mandiri di masyarakat,” kata Didik.
Sejumlah program kerja pengabdian kepada masyarakat Lebak Selatan sudah dilakukan, seperti edukasi mitigasi bencana dan pemulihan setelah bencana, membuat Eco Enzim untuk hidup ramah lingkungan, serta budidaya ikan moderen.
“Mahasiswa terjun langsung ke masyarakat diharapkan dapat membangun pola kemandirian, menganalisa persoalan dilingkungan yang baru dan menjadikan sebagai pembelajaran untuk dapat memberikan solusi,” kata Didik.















