Berita  

Taman Kodok Kumuh: Simbol Abainya Pengelolaan Kota Cilegon

CILEGON, WILIP.ID – Dahulu asri, kini menyedihkan. Itulah potret terbaru Taman Kecamatan Jombang di Kota Cilegon, yang lebih dikenal warga dengan nama “Taman Kodok”. Fasilitas umum yang semestinya menjadi ruang nyaman untuk rekreasi warga kini berubah rupa: kotor, kumuh, dan penuh sampah.

Saprudin, seorang warga Cilegon yang kebetulan melintasi taman tersebut, mengungkapkan kekecewaannya. “Saya mampir sebentar, tapi malah kaget. Banyak plastik berserakan, daun kering di mana-mana, tidak terawat. Yang lebih bikin kesal, masuk ke taman dimintai uang parkir. Padahal itu fasilitas umum,” ujarnya geram, Jumat, 16 Mei 2025.

Potret Taman Kodok hari ini menjadi cermin buram pengelolaan fasilitas publik di Cilegon. Taman kota, yang seharusnya menjadi paru-paru lingkungan sekaligus ruang interaksi sosial warga, justru menunjukkan wajah pemerintah daerah yang abai. Alih-alih dirawat dan ditingkatkan mutunya, taman ini seperti ditelantarkan—tak ada sistem pengelolaan yang jelas, dan fungsi sosialnya kian meredup.

“Saya berharap Wali Kota dan dinas terkait membuka mata. Kami ingin menikmati hasil pembangunan, karena itu juga dari uang rakyat,” tambah Saprudin.

Taman Kodok bukan hanya soal ruang hijau yang hilang pesonanya. Ia adalah simbol dari bagaimana kebijakan publik sering kali tak menyentuh kebutuhan warga. Jika ruang hidup yang seharusnya terbuka dan gratis pun disusupi pungutan liar, maka apa lagi yang tersisa dari wajah kota yang sehat dan berpihak pada rakyat?

Redaksi | Wilip.id