CILEGON, WILIP.ID- Menjelang pergantian tahun, tempat hiburan malam (THM) tengah sibuk mempersiapkan acara spektakuler. Namun, di balik hingar-bingar persiapan secara rahasia, sejumlah pengusaha THM menghadapi tantangan besar, yakni kekurangan lady companion (LC).
Kebutuhan akan LC meningkat tajam, terutama di kawasan Jalan Lingkar Selatan (JLS) yang memiliki banyak tempat hiburan malam yang menggunakan akses jalan aset Pemkot Cilegon.
Seorang Event Organizer (EO) yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa beberapa THM telah memintanya mendatangkan LC baru dari luar daerah.
“Permintaannya tinggi sekali. Mereka ingin memastikan malam tahun baru berlangsung meriah, terutama karena banyak pelanggan sudah memesan jauh-jauh hari,” ujar sang EO yang biasa menyiapkan LC untuk sebuah event spesial, Minggu Malam, 13 Desember 2024.
Kendati demikian, persiapan ini tidak sepenuhnya berjalan mulus. Berdasarkan informasi yang beredar, sejumlah THM merancang event malam tahun baru secara diam-diam untuk menghindari pengawasan pemerintah daerah.
“Mereka tahu regulasi cukup ketat, tapi malam tahun baru dianggap momen puncak untuk bisnis mereka. Jadi, beberapa memilih cara ini,” lanjut pria yang aktif di dunia hiburan malam.
Selain mendatangkan LC baru, THM juga menyiapkan berbagai hiburan tambahan, mulai dari dentuman musik disko yang mengguncang lantai dansa hingga promo paketan minuman beralkohol yang dirancang eksklusif untuk menarik pelanggan.
“Tau sendiri malam tahun baru, LC tidak hanya di THM. Okupansi hotel sekitar THM juga bisa penuh, ” katanya.
Namun, ia menyadari memontum pesta malam tahun baru dapat memicu kekhawatiran dari berbagai pihak. Maraknya aktivitas hiburan malam dapat menimbulkan dampak negatif, terutama jika pengelola tidak menaati aturan yang berlaku. Ada kekhawatiran pemerintah daerah dan aktivis LSM memperketat pengawasan hiburan malam agar tidak melanggar norma dan hukum.















