Tiga SPPG Resmi Beroperasi di Kecamatan Cilegon, Pemerintah Dorong Partisipasi Masyarakat

CILEGON, WILIP.ID — Pemerintah Kecamatan Cilegon terus mendorong peningkatan kualitas gizi masyarakat melalui pengembangan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Hingga kini, tercatat sudah ada tiga SPPG yang beroperasi di wilayah tersebut, termasuk unit terbaru yang diresmikan di Jalan Ketumbar, Kelurahan Ciwedus.

Peresmian fasilitas tersebut dilakukan langsung oleh Camat Cilegon, Maman Herman. Ia menyebut kehadiran SPPG sebagai langkah strategis dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat, khususnya dalam pemenuhan gizi yang menyasar berbagai kelompok.

“Program ini bukan hanya untuk pelajar, tetapi juga sudah menjangkau pesantren, ibu hamil, hingga ibu menyusui. Ini bentuk nyata perhatian terhadap kualitas sumber daya manusia sejak dini,” kata Maman.

Menurut dia, keberadaan tiga SPPG di Kecamatan Cilegon menjadi fondasi awal dalam membangun sistem layanan gizi yang lebih merata. Program ini juga melibatkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga dukungan swasta melalui yayasan.

Dalam peresmian tersebut, turut hadir unsur RT/RW, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta aparat TNI dan kepolisian. Hadir pula perwakilan yayasan, termasuk Insinyur Sugeng Raharjo yang berperan dalam pendanaan program.

Meski demikian, Maman mengakui pelaksanaan program SPPG tidak lepas dari berbagai tantangan. Ia menekankan pentingnya sikap adaptif dalam menghadapi kendala di lapangan.

“Hambatan pasti ada, baik teknis maupun nonteknis. Yang terpenting adalah bagaimana kita menyikapinya dengan solusi dan terus melakukan perbaikan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa aspek kebersihan dan kualitas gizi menjadi prioritas utama dalam operasional SPPG. Kedua hal tersebut dinilai sebagai kunci agar program berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata.

Selain itu, Maman juga menyoroti pentingnya keterlibatan masyarakat dalam melakukan pengawasan. Ia menilai kontrol sosial dapat menjadi mekanisme sederhana namun efektif untuk menjaga kualitas layanan.

“Peran lingkungan sekitar penting. Dengan keterlibatan RT, RW, dan masyarakat, kualitas makanan bisa terus terjaga,” kata dia.

Pemerintah kecamatan juga telah melakukan peninjauan langsung terhadap fasilitas dapur SPPG. Dari hasil evaluasi, ditemukan beberapa hal yang perlu ditingkatkan, seperti sistem ventilasi dan standar kebersihan.

Ke depan, Pemerintah Kecamatan Cilegon berharap jumlah SPPG dapat terus bertambah seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat. Program ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga bagian dari sistem berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas hidup.

Dengan keberadaan tiga SPPG yang sudah berjalan, langkah awal menuju pemerataan layanan gizi di Kecamatan Cilegon mulai terbentuk. Tantangan ke depan adalah memastikan program ini tetap konsisten, terjaga kualitasnya, dan mendapat dukungan penuh dari masyarakat.

 

(Has/Red*)