Beasiswa Cilegon Juare Diperluas, Pemkot Cilegon Siapkan Generasi Unggul Hadapi Industri

CILEGON, WILIP.ID – Kota Cilegon terus bergerak memperkuat kualitas sumber daya manusia di tengah pesatnya pertumbuhan kawasan industri. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Robinsar dan Wakil Wali Kota Fajar Hadi Prabowo, Pemerintah Kota Cilegon menegaskan komitmennya menghadirkan akses pendidikan tinggi melalui Program Beasiswa Cilegon Juare.

Komitmen tersebut disampaikan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Kota Cilegon Rahmatullah saat wawancara di Ruang Bagian Kesra, Kamis (21/5/2026). Program ini disebut menjadi salah satu prioritas daerah dalam mendorong lahirnya generasi muda Cilegon yang kompetitif dan siap bersaing di tingkat regional maupun nasional.

Rahmatullah menjelaskan, Program Beasiswa Cilegon Juare diperuntukkan bagi mahasiswa berprestasi serta mahasiswa dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

“Penerima beasiswa ini untuk yang berprestasi atau ekonomi kurang mampu agar bisa melanjutkan pendidikan melalui Program Beasiswa Cilegon Juare. Pemerintah Kota Cilegon menjadikan program ini sebagai prioritas agar masyarakat Cilegon mampu bersaing di tingkat provinsi maupun nasional,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan kawasan industri besar di Kota Cilegon harus diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia lokal yang unggul dan berdaya saing. Karena itu, program beasiswa tidak hanya dipandang sebagai bantuan pendidikan, melainkan investasi jangka panjang untuk masa depan daerah.

“Cilegon memiliki banyak kawasan industri dan pabrik. Maka sumber daya manusianya juga harus dipersiapkan. Kami ingin masyarakat Cilegon tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pelaku utama dan subjek di daerahnya sendiri,” katanya.

Pada tahun 2026, Pemkot Cilegon juga meningkatkan jumlah penerima manfaat Program Beasiswa Cilegon Juare. Jika pada tahun sebelumnya penerima tercatat sebanyak 511 mahasiswa, kini meningkat menjadi sekitar 763 mahasiswa penerima manfaat.

Peningkatan kuota tersebut dinilai sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat. Terlebih, pendidikan dinilai menjadi salah satu kunci penting dalam menekan kesenjangan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di masa depan.

“Alhamdulillah ada penambahan kuota dari kepala daerah. Ini bukti perhatian penuh Wali Kota dan Wakil Wali Kota terhadap dunia pendidikan dan peningkatan kualitas SDM masyarakat Kota Cilegon,” tambah Rahmatullah.

Tak hanya itu, Pemkot Cilegon juga memberikan fleksibilitas bagi mahasiswa yang ingin mengakses program beasiswa meskipun sedang menjalani masa perkuliahan. Menurut Rahmatullah, kondisi ekonomi masyarakat bisa berubah sewaktu-waktu sehingga pemerintah membuka ruang bantuan bagi mahasiswa yang mengalami kesulitan di tengah perjalanan studi.

“Dalam Perwal tidak diatur harus mendaftar di awal semester. Ada kondisi seseorang awalnya mampu lalu mengalami kesulitan ekonomi. Program ini hadir untuk membantu agar mahasiswa tetap bisa melanjutkan pendidikan sampai lulus dan tidak terkendala biaya,” jelasnya.

Rahmatullah berharap para pelajar, khususnya siswa kelas 12 SMA sederajat, dapat memanfaatkan Program Beasiswa Cilegon Juare sebagai peluang untuk meraih pendidikan yang lebih tinggi.

“Kami berharap masyarakat, khususnya siswa-siswi kelas 12 yang ingin melanjutkan kuliah, bisa memanfaatkan Program Beasiswa Cilegon Juare ini dengan baik sebagai motivasi meraih masa depan yang lebih baik,” ungkapnya.

Sementara itu, Analis Kebijakan Ahli Madya Setda Kota Cilegon Ali Irfan menjelaskan, mekanisme pencairan dana beasiswa dilakukan langsung ke rekening pribadi mahasiswa penerima melalui layanan Bank BPRS Cilegon Mandiri sesuai ketentuan Peraturan Wali Kota Nomor 20 Tahun 2025.

Ali Irfan juga menanggapi persoalan keterlambatan pencairan beasiswa yang sempat dikeluhkan sejumlah mahasiswa. Ia menyebut keterlambatan tersebut dipengaruhi beberapa faktor, mulai dari keterlambatan pelaporan IPK dan laporan pertanggungjawaban mahasiswa, rekening penerima yang tidak aktif, hingga perbedaan jadwal akademik dengan penetapan APBD.

Kini, kata dia, proses verifikasi dilakukan secara digital sehingga pelaporan dan pencairan dana dapat berjalan lebih cepat dan transparan.

“Seluruh proses sekarang menggunakan sistem digital sehingga rekam jejak pelaporan bisa terbaca dengan jelas. Kami juga berupaya mempercepat proses verifikasi dan pencairan dibanding sebelumnya,” katanya.

Selain itu, pengumuman penerima beasiswa dilakukan secara terbuka melalui sistem SiCerdas serta notifikasi email kepada masing-masing pendaftar. Pemkot Cilegon juga menyediakan layanan call center untuk memudahkan konsultasi maupun pengaduan masyarakat terkait program tersebut.

“Program Beasiswa Cilegon Juare ini harus dimanfaatkan sebagai akses pendidikan bagi anak-anak usia kuliah agar dapat terus melanjutkan pendidikan dan meraih kesuksesan di masa depan,” tutup Ali Irfan.

(Has/Red*)