CILEGON, WILIP.ID – Tokoh masyarakat Kota Cilegon, Muhammad Ibrohim Aswadi, menyatakan sikap tegas menolak wacana pemutusan hubungan kerja (PHK) massal terhadap buruh outsourcing lokal yang belakangan ramai diperbincangkan. Ia menegaskan siap membersamai perjuangan pemenuhan hak-hak dasar warga Cilegon.
Menurut Ibrohim, isu yang beredar menyebutkan adanya rencana efisiensi dan restrukturisasi di sejumlah perusahaan, yang dikhawatirkan berdampak pada ribuan pekerja. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengorbankan buruh outsourcing asli Cilegon.
“Jangan sampai dalih efisiensi, restrukturisasi, dan berbagai alasan lainnya justru mengorbankan buruh outsourcing wong Cilegon di kota yang kita cintai ini,” ujar Ibrohim, Senin (15/12/2025).
Ia mengingatkan bahwa Kota Cilegon dikenal sebagai daerah dengan tingkat investasi yang tinggi. Namun, fakta di lapangan menunjukkan tingkat pengangguran terbuka masih relatif tinggi dari tahun ke tahun.
Ibrohim menilai, bila benar isu PHK massal tersebut terjadi, maka hal itu mencerminkan ketimpangan antara derasnya investasi dengan perlindungan terhadap tenaga kerja lokal. Menurutnya, investasi seharusnya berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.
“Kalau benar sampai ribuan buruh terkena PHK, saya menolak hal tersebut. Ini tidak sejalan dengan semangat pembangunan dan keadilan sosial bagi warga Cilegon,” tegasnya.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersuara dan mengawal kebijakan ketenagakerjaan agar tidak merugikan pekerja lokal. Ibrohim berharap pemerintah daerah dan pihak perusahaan duduk bersama mencari solusi yang adil dan berkelanjutan.
“Saate wong Cilegon bangkit. Hak-hak dasar buruh harus dijaga, karena mereka adalah bagian penting dari roda ekonomi dan masa depan Kota Cilegon,” pungkasnya.
(Pis/Red*)















