CILEGON, WILIP.ID — Mesin politik Partai Ummat mulai dipanaskan lebih awal. Dewan Pengurus Pusat (DPP) mengambil langkah percepatan konsolidasi dengan merombak struktur kepengurusan di Provinsi Banten pasca transisi organisasi.
Dalam pertemuan yang digelar Senin, 13 April 2026, DPP Partai Ummat mengundang sejumlah kader serta mantan pengurus wilayah untuk menyusun ulang fondasi organisasi. Agenda ini bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari strategi besar menghadapi kontestasi politik 2029.
Sekretaris Jenderal DPP, Taufik Hidayat, mewakili pimpinan pusat menerima langsung para calon Pelaksana Tugas (PLT) Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KSB) DPW Banten, termasuk kandidat pengurus di tingkat DPD. Pertemuan berlangsung di ruang rapat DPP dengan nuansa konsolidatif namun tegas.
DPP memberikan apresiasi kepada tim Partai Ummat Banten yang dinilai tetap solid berada dalam barisan kepemimpinan Ketua Umum Ridho Rahmadi. Loyalitas ini dianggap menjadi modal penting untuk membangun kembali kekuatan partai di daerah.
Di sisi lain, tugas yang diemban tidak ringan. Tim PLT DPW Banten didorong untuk membuka kembali jalur komunikasi dengan kader lama dan simpatisan yang sempat terfragmentasi. Narasi besar yang diusung tetap sama: menghidupkan kembali semangat perjuangan dengan slogan “Lawan Kedzaliman – Tegakkan Keadilan”.
Hasil pertemuan menetapkan susunan PLT KSB DPW Banten. Syafrul Hidayat dipercaya sebagai Ketua, didampingi Arief Rifad sebagai Sekretaris, serta Meilana sebagai Bendahara.
Ketiganya mendapat mandat penuh untuk menyusun struktur kepengurusan baru periode 2026–2030, mulai dari tingkat DPW hingga DPC. Proses ini harus berjalan sesuai arahan DPP dan berpedoman pada AD/ART partai.
Tak hanya membangun struktur, PLT juga dituntut bergerak cepat dan efektif: memperluas jaringan, melengkapi sumber daya organisasi, serta memastikan kesiapan menghadapi momentum politik ke depan.
Langkah ini sekaligus menjadi pemanasan menuju agenda besar partai, yakni Musyawarah Nasional (Munas) dan Milad ke-5 Partai Ummat yang akan digelar di Yogyakarta. Forum tersebut diproyeksikan menjadi titik konsolidasi nasional sekaligus penegasan arah politik partai.
Dengan reposisi struktur dan penguatan basis kader, Partai Ummat tampak ingin memastikan satu hal: mereka belum selesai, dan Banten menjadi salah satu titik penting untuk membuktikannya.
(Has/Red*)















