Sahruji: Putusan PTUN Belum Menentukan Pemenang, PPP Cilegon Tetap Loyal Menunggu Arahan DPP

CILEGON, WILIP.ID – Dinamika internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pascaputusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta terkait sengketa kepengurusan partai masih menjadi perhatian publik. Menanggapi berbagai klaim kemenangan yang beredar, Ketua DPC PPP Kota Cilegon Sahruji menegaskan bahwa putusan tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk menyatakan salah satu kubu sebagai pemenang mutlak.

Dalam keterangannya kepada wartawan pada Rabu malam (24/6/2026), Sahruji mengaku mengikuti perkembangan proses hukum yang berlangsung di Jakarta. Berdasarkan informasi yang diterimanya dari tim yang terlibat dalam gugatan, putusan PTUN justru mengembalikan persoalan tersebut kepada mekanisme internal partai.

“Informasi yang kami terima, putusan PTUN tidak secara tegas menyatakan pihak penggugat maupun tergugat sebagai pemenang. Persoalan ini dikembalikan kepada internal partai,” ujar Sahruji.

Menurutnya, tafsir terhadap putusan tersebut tidak bisa dilakukan secara sepihak. Karena itu, pihaknya mengimbau seluruh kader untuk tidak terburu-buru mengklaim kemenangan sebelum ada keputusan yang benar-benar berkekuatan hukum tetap atau inkrah.

Sahruji menilai pemberitaan mengenai konflik internal PPP di Kota Cilegon menjadi salah satu isu politik yang paling banyak mendapat perhatian masyarakat. Bahkan, menurutnya, intensitas pemberitaan di Cilegon jauh lebih tinggi dibandingkan daerah lain di Indonesia.

“PPP ini persoalan nasional, tetapi di Cilegon perhatian medianya sangat besar. Karena itu kami berharap semua pihak bisa menyikapi secara proporsional dan tidak membangun narasi kemenangan sepihak,” katanya.

Lebih lanjut, Sahruji menegaskan bahwa DPC PPP Kota Cilegon tetap menghormati seluruh proses hukum yang sedang berjalan. Ia menyebut putusan pengadilan merupakan bagian dari mekanisme demokrasi yang harus dihargai oleh seluruh kader.

Namun demikian, hingga saat ini pihaknya masih menunggu arahan resmi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP terkait langkah hukum lanjutan yang akan ditempuh.

“Kami menghormati semua putusan hukum. Tetapi selama masih ada ruang hukum seperti banding atau langkah lain yang bisa dilakukan, tentu kami menunggu arahan dari DPP,” ujarnya.

Menurut Sahruji, kepengurusan PPP Kota Cilegon saat ini tetap berjalan normal dan tidak terpengaruh oleh berbagai klaim yang berkembang di ruang publik.

“Kami tetap menjalankan roda organisasi seperti biasa. Kami menghormati kelompok yang menganggap dirinya menang, itu hak mereka. Tetapi kami juga memiliki pandangan berdasarkan informasi yang kami terima,” kata dia.

Sahruji menekankan bahwa legitimasi kepengurusan partai tidak hanya ditentukan oleh klaim politik, tetapi juga harus memiliki dasar hukum yang jelas dan diakui negara.

Baginya, ukuran utama kemenangan bukan sekadar putusan yang ditafsirkan secara sepihak, melainkan kemampuan kepengurusan untuk menjalankan organisasi secara utuh hingga memperoleh pengesahan resmi dari pemerintah melalui Kementerian Hukum.

“Pada akhirnya yang memiliki legal standing adalah kepengurusan yang sah, yang bisa menjalankan organisasi dan mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum. Itu yang akan kami hormati,” tegasnya.

Di tengah dinamika yang terjadi, Sahruji juga menegaskan komitmennya untuk tetap loyal kepada PPP. Ia menyatakan tidak memiliki kepentingan pribadi dalam polemik yang sedang berlangsung.

Menurutnya, keterlibatannya di PPP selama ini lebih didorong oleh semangat membesarkan partai dan membangun pendidikan politik bagi kader.

“Saya masuk PPP bukan untuk mencari keuntungan pribadi. Saya diminta oleh pimpinan partai saat itu untuk memimpin PPP Kota Cilegon dan kami berusaha bekerja maksimal untuk membesarkan partai,” ujarnya.

Ia kemudian mengingatkan perjalanan PPP Kota Cilegon yang pernah mencatat prestasi penting pada Pemilu 2014. Saat itu, PPP berhasil meningkatkan perolehan kursi DPRD Kota Cilegon menjadi lima kursi, sebuah capaian yang menurutnya lahir dari kerja kolektif seluruh kader.

“Sejarah mencatat, pada Pemilu 2014 PPP berhasil meraih lima kursi di DPRD Kota Cilegon. Itu hasil kerja bersama, soliditas kader, strategi politik yang terukur, dan pengorbanan seluruh tim,” ungkapnya.

Karena itu, Sahruji berharap seluruh kader tetap menjaga soliditas organisasi dan tidak terjebak dalam konflik berkepanjangan. Menurutnya, fokus utama PPP saat ini adalah menjaga kekompakan serta mempersiapkan agenda-agenda politik ke depan.

“Kami ingin PPP tetap besar, tetap solid, dan tetap menjadi rumah perjuangan politik bagi seluruh kader. Apa pun keputusan akhirnya nanti, kami akan menghormati mekanisme hukum dan keputusan partai,” pungkasnya.

(Has/Red*)