Berita  

Peringatan 5 Abad Kesultanan Banten, Presiden Prabowo Dijadwalkan Hadir di Acara Puncak

 

SERANG, Wilip.id — Peringatan lima abad berdirinya Kesultanan Banten akan digelar pada 11 April 2025 di Kota Serang, Banten. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dijadwalkan hadir dalam puncak acara tersebut sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah panjang peradaban Banten.

Persiapan acara dilakukan secara kolaboratif oleh panitia lokal bersama para tokoh masyarakat, akademisi, dan pemimpin agama. Pada Minggu (6/4/2025), Café Umakite di Kecamatan Taktakan menjadi tempat berlangsungnya pertemuan penting panitia yang membahas finalisasi kegiatan.

“Tanpa bantuan semua pihak, panggung sejarah ini bisa runtuh sebelum dibangun,” ujar Ketua Panitia Drs. KH Makmun Muzakki. Ia menekankan pentingnya dukungan logistik, pendanaan, dan sinergi lintas sektor agar peringatan ini dapat terlaksana dengan baik.

Sekretaris Panitia, Andi Suhud, menjelaskan bahwa acara ini bukan sekadar seremoni budaya, melainkan momentum spiritual dan historis yang melibatkan berbagai kalangan, termasuk ulama kharismatik KH Ma’ruf Amin dan Abuya Muhtadi dari Cidahu.

Panitia juga telah menjalin komunikasi intensif dengan lembaga-lembaga adat dan keagamaan di Banten. Rangkaian kegiatan akan dimulai pada Kamis malam (10/4/2025), yang direncanakan akan dihadiri KH Ma’ruf Amin. Sementara puncak peringatan dijadwalkan berlangsung keesokan harinya dengan kehadiran Presiden Prabowo.

Peringatan 5 Abad Kesultanan Banten digagas untuk menghidupkan kembali kesadaran masyarakat terhadap akar sejarah mereka. Banten, yang pernah menjadi pusat kekuatan maritim dan perdagangan internasional di masa lalu, diharapkan dapat bangkit kembali sebagai poros budaya dan spiritualitas di era modern.

“Ini bukan hanya panggung budaya, tapi panggilan sejarah,” kata Andi Suhud. “Kami ingin generasi muda mengenal jati diri mereka melalui warisan Banten.”

Dalam perayaan ini, masyarakat dari berbagai lapisan akan dilibatkan, termasuk santri, seniman lokal, akademisi, dan warga kampung. Panggung utama akan menjadi tempat berbagai pertunjukan budaya, diskusi sejarah, dan kegiatan spiritual.

Peringatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang nostalgia, tetapi juga pijakan untuk membangun kembali jati diri Banten sebagai pusat peradaban Nusantara di masa depan.