Bahrudin Resmi Pimpin PGRI Cilegon, Siapkan Terobosan Struktural dan Regenerasi Guru

CILEGON, WILIP.ID – Bahrudin resmi menjabat sebagai Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Cilegon masa bakti 2025–2030. Kepastian ini diumumkan dalam Konferensi PGRI Kota Cilegon ke-XXIII yang digelar di Greenotel, Cibeber, pada Sabtu (31/5/2025).

Tak menunggu lama, usai terpilih, Bahrudin langsung membeberkan agenda prioritasnya yang dinilai sebagai langkah terobosan dalam tata kelola organisasi. Salah satu rencana strategisnya adalah membentuk cabang khusus untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) serta membangun struktur cabang Dinas di internal organisasi PGRI Cilegon.

“Langkah kami selanjutnya akan membentuk cabang tersendiri untuk jenjang SMP dan cabang Dinas, jika struktur Jaringan Temu Komunikasi Internal (JTKI) telah solid,” kata Bahrudin dalam sambutannya.

Langkah ini, menurut Bahrudin, merupakan bagian dari upaya memperkuat sistem organisasi PGRI yang selama ini belum memiliki pemetaan struktural berdasarkan jenjang pendidikan. Dengan adanya cabang khusus SMP, ia berharap pembinaan serta koordinasi guru akan menjadi lebih terfokus dan profesional.

Bangun Sinergi Internal, Dorong Profesionalisme

Untuk merealisasikan gagasan tersebut, Bahrudin menegaskan pentingnya konsolidasi dan sinergi antarstruktur kepengurusan. Ia menyebut telah menyiapkan komunikasi intensif dengan Wakil Ketua I dan Sekretaris Jenderal guna memastikan program berjalan bertahap dan terukur.

“Saya harap pengurus PGRI tingkat provinsi dapat memberi dukungan penuh. Ini bukan ide mendadak setelah saya terpilih, tapi bagian dari komitmen dan analisis sejak awal,” ujarnya.

Langkah ini menandai pendekatan baru dalam pengelolaan organisasi guru di daerah, yang selama ini kerap berjalan normatif dan stagnan. Tak hanya menyasar pembenahan struktur, Bahrudin juga menaruh perhatian serius pada regenerasi kader serta penguatan kompetensi guru.

“Kumis Camar”, Filosofi Baru Organisasi Profesi Guru

Salah satu hal menarik dalam sambutan perdananya adalah penyebutan jargon organisasi yang digagasnya: Kumis Camar. Akronim dari Kuat, Dinamis, Terpercaya, dan Bermartabat, Kumis Camar menjadi semacam arah moral bagi wajah baru PGRI Cilegon di bawah kepemimpinannya.

“Saya akan membangun organisasi profesi yang kuat, dinamis, terpercaya, dan bermartabat,” tegas Bahrudin.

Lebih jauh, ia menegaskan pentingnya menciptakan iklim kompetisi sehat antar guru, khususnya di jenjang SMP. Menurutnya, kompetisi bukan sekadar unjuk kemampuan, tapi bagian dari dinamika organisasi yang sehat dan berorientasi pada mutu.

Menjawab Tantangan Zaman

Dengan visi yang progresif dan strategi penguatan internal, banyak pihak berharap PGRI Cilegon di bawah komando Bahrudin mampu tampil lebih profesional dan adaptif terhadap tantangan zaman. Di tengah dinamika dunia pendidikan yang terus berubah, organisasi profesi guru dituntut tidak hanya menjadi payung perlindungan, tapi juga motor penggerak kualitas pendidikan.

Apakah PGRI Cilegon akan mampu menjemput harapan itu? Waktu akan menjadi penguji.

(Elisa/Red)