Lewat Tangga, Tercebur Sungai: Jalan Terjal Buruh Outsourcing Pabrik Tepung

CILEGON, WILIP.ID – Jalur belakang berliku, licin, dan harus menyeberangi sungai dengan tangga darurat—itulah satu-satunya akses yang tersisa bagi para pekerja outsourcing di PT Bungasari Flour Mills, Cilegon. Sejak aksi demonstrasi berlangsung lebih dari sepekan terakhir, mereka tak lagi bisa melintasi gerbang utama.

Para demonstran, yang disebut berasal dari kalangan karyawan tetap perusahaan, disebut menghadang dan menolak masuknya buruh outsourcing. Mereka berdiri di depan pintu gerbang utama pabrik, membuat sejumlah buruh terpaksa mengambil jalur tak biasa demi bisa tetap bekerja.

“Salah satu karyawan saya ‘Roni’ sampai tercebur ke sungai karena harus lewat jalan belakang pakai tangga,” kata Wewen, Direktur PT Sumber Dunia Perkasa (SDP), salah satu subkontraktor Bungasari, kepada Wilip.id, Selasa, 10 Juni 2025. “Bukan hanya satu orang. Beberapa lainnya juga nyaris celaka.”

Wewen mengaku mempekerjakan sekitar 20 orang tenaga harian untuk pekerjaan bongkar muat barang di lingkungan pabrik. Ia menyebutkan, aksi para demonstran ini bukan hanya menghambat pekerjaan, tetapi juga menambah beban biaya operasional perusahaannya.

“Harus keluar ongkos tambahan untuk transportasi, karena jalurnya memutar. Bahkan kami sampai menambah armada mobil hanya untuk bisa mengantar karyawan ke dalam,” ujarnya. “Padahal kami punya tanggung jawab menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak. Kalau molor, subkon bisa diputus kontrak.”

Ia juga mengungkapkan bahwa upaya masuk lewat gerbang depan sempat kembali dilakukan pagi tadi. Namun, buruh outsourcing itu kembali dihalangi. “Sempat terjadi keributan kecil,” kata dia.

Aksi unjuk rasa ini disebut dipicu oleh kebijakan manajemen PT Bungasari yang akan memindahkan sejumlah karyawan tetap ke cabang perusahaan di luar kota, seperti Medan dan Makassar. Para demonstran menolak relokasi itu.

Meski begitu, Wewen berharap aksi tersebut tidak mengorbankan buruh lainnya yang tidak terlibat langsung. “Mau demo setiap hari juga silakan, itu hak mereka. Tapi tolong jangan halangi orang lain mencari nafkah,” ujarnya.

Wewen juga menyebut bukan hanya perusahaannya yang terdampak. “Subkon lain juga mengalami hal serupa,” katanya.

(Has/Red)