PWI Dampingi Wakil Wali Kota Cilegon Besuk Wartawan yang Sakit: “Semangat, Kang Supri!”

CILEGON, WILIP.ID – Suasana haru menyelimuti kediaman sederhana Supriyadi di Lingkungan Cikerut, Kelurahan Karang Asem, Kecamatan Cibeber, Sabtu (22/11/2025). Di rumah yang kini lebih sering dipenuhi aroma obat-obatan itu, Wakil Wali Kota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo, datang menjenguk langsung sang wartawan senior yang sudah lebih dari enam bulan tak lagi bisa turun ke lapangan.

Kunjungan tersebut tak dilakukan sendirian. Fajar didampingi Ketua PWI Cilegon, Ahmad Fauzi Chan, bersama para pengurus PWI lainnya. Mereka datang bukan sekadar membawa bingkisan, tapi juga kepedulian—yang bagi wartawan seperti Supriyadi, terasa jauh lebih berarti.

Sejak jatuh sakit, Supriyadi harus menghentikan aktivitas jurnalistik yang selama ini menjadi nafkah utamanya. Kondisi kesehatannya terus naik-turun dan membutuhkan rangkaian pengobatan panjang.

“Sudah bolak-balik rumah sakit. Terakhir dirujuk ke Jakarta. Secara medis terdeteksi penyakit diabetes dan gula kering,” jelas Ichan, Ketua PWI Cilegon, yang selama ini memantau proses pengobatan Supriyadi.

PWI, kata Ichan, berusaha terus mendampingi anggotanya. “Ini bukan hanya soal profesi, tapi soal keluarga besar wartawan. Kami saling jaga,” ujarnya.

Dalam pertemuan yang penuh kehangatan itu, Fajar tampak berusaha menguatkan Supriyadi dengan cara yang sederhana namun mengena.

“Semangat ya Kang. Anak Kang Supri di pondok harus ditengok. Motor juga kangen tuh lama nggak dibawa. Harus semangat,” kata Fajar sambil menggenggam tangan Supriyadi.

Ucapan itu membuat suasana mencair. Senyum kecil muncul di wajah Supriyadi yang tampak lemah.

Selain datang memberi dukungan moral, Wakil Wali Kota juga menyerahkan bantuan dana untuk membantu kebutuhan keluarga selama masa pemulihan Supriyadi. Langkah ini disambut hangat keluarga yang selama ini harus berjibaku mengatur biaya hidup dan pengobatan.

Tak hanya itu, Fajar juga menyampaikan rencananya untuk mengirim dokter pribadi keluarganya guna melakukan pemeriksaan langsung.

“Dokter pribadi saya dari Jakarta coba tak suruh ke sini untuk periksa Kang Supri. Mudah-mudahan bisa ketahuan penyakit dan langkah-langkah medis yang tepat untuk pengobatannya,” ucap Fajar.

Kunjungan tersebut menjadi pengingat bahwa wartawan bukan hanya penyampai informasi, tetapi juga manusia yang bisa sakit, jatuh, dan membutuhkan perhatian. Kehadiran pemerintah dan PWI membuktikan bahwa solidaritas itu masih ada.

Supriyadi mungkin belum bisa kembali memegang kamera atau menyalakan recorder seperti dulu. Namun dengan dukungan banyak pihak, harapannya untuk pulih perlahan terbuka kembali.

 

(Elisa/Red*)