CILEGON, WILIP.ID – Puncak Pelatihan Jurnalistik Pramuka Penegak dan Pandega Tahun 2025 ditandai dengan momen paling dinanti: pengumuman pemenang Lomba Video Berita Jurnalistik. Ajang ini menjadi panggung pembuktian kemampuan anggota Pramuka dalam mengemas fakta, visual, dan narasi menjadi karya jurnalistik digital yang informatif dan bertanggung jawab.
Lomba video berita bukan sekadar kompetisi, melainkan tolok ukur keberhasilan pelatihan. Para peserta ditantang memproduksi karya jurnalistik berbasis video dengan standar dasar jurnalistik—akurasi data, kelengkapan unsur 5W+1H, serta kekuatan visual dan narasi. Hasilnya, karya-karya yang ditampilkan menunjukkan kematangan berpikir dan kreativitas generasi muda Pramuka Cilegon.
Dari seluruh karya yang masuk, nama Mutiara Enzellita ditetapkan sebagai Juara I Lomba Video Berita Jurnalistik. Karyanya dinilai paling mampu menggabungkan kekuatan visual, teknik wawancara, serta penyampaian informasi yang lugas dan mudah dipahami publik.
Wakil Ketua Bidang Pembinaan Anggota Muda Kwarcab Cilegon, Juhen, menegaskan bahwa lomba video berita ini dirancang sebagai ruang aktualisasi sekaligus evaluasi hasil pelatihan jurnalistik.
“Melalui lomba ini, kami ingin melihat sejauh mana peserta mampu menerapkan ilmu jurnalistik yang telah diberikan. Video berita menjadi media yang relevan dengan generasi muda saat ini dan efektif untuk menyampaikan pesan yang edukatif,” ujarnya.
Mutiara mengaku tidak menyangka dapat meraih posisi puncak, mengingat ini merupakan pengalaman pertamanya mengikuti lomba jurnalistik berbasis video berita.
“Awalnya cuma ingin belajar dan mencoba. Ternyata bisa juara satu. Materinya tentang media sosial, teknik wawancara, dan pengambilan gambar sangat membantu,” ungkapnya.
Keberhasilan Mutiara menjadi representasi keberhasilan Pelatihan Jurnalistik Pramuka 2025 dalam melahirkan talenta muda yang siap berkompetisi di ruang digital. Lomba video berita ini sekaligus membuktikan bahwa Pramuka mampu bertransformasi menjadi agen informasi yang kreatif, kritis, dan beretika.
Pengumuman pemenang lomba video berita menutup rangkaian pelatihan dengan pesan kuat: Pramuka bukan hanya aktif di lapangan, tetapi juga siap tampil dan bersuara melalui karya jurnalistik yang berkualitas di era digital.
(Pis/Red*)















