CILEGON, WILIP.ID – Sabtu pagi (8/2/2026) di Lingkungan Gempol Wetan, Kelurahan Pabean, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, tak hanya diisi oleh hiruk-pikuk aktivitas rumah tangga. Di sejumlah sudut kampung, warga RT 04 dan 05 RW 02 tampak memanggul sapu, cangkul, dan parang. Mereka berkumpul dalam satu tujuan: membersihkan lingkungan menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Sejak matahari belum terlalu tinggi, Tempat Pemakaman Umum (TPU) hingga gang-gang permukiman mulai dipenuhi gerak gotong royong. Para orang tua, pemuda, hingga remaja bahu-membahu menyingkirkan rumput liar, membersihkan saluran air, dan merapikan area sekitar. Suasana terasa hangat, bukan hanya karena cuaca, tetapi juga karena rasa kebersamaan yang kuat.
Di tengah aktivitas itu, Ketua RW 02 Link Gempol Wetan, Sairudin, ikut turun langsung ke lapangan. Ia menyapa warga satu per satu, sesekali membantu mengangkat sampah atau merapikan area TPU.
Menurut Sairudin, kerja bakti ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bagian dari tradisi sosial yang memiliki makna lebih dalam.
“Kami selalu mengadakan kegiatan ini setiap menjelang Ramadan. Bukan hanya untuk kebersihan lingkungan, tetapi juga untuk mempererat persaudaraan. Ketika warga berkumpul dan bekerja bersama, di situlah rasa memiliki dan kekeluargaan tumbuh,” ujarnya.
Di tengah kehidupan kota yang kian sibuk dan individualistis, kegiatan semacam ini, kata Sairudin, menjadi pengingat bahwa kekuatan masyarakat terletak pada kebersamaan.
“Gotong royong itu bukan hanya soal membersihkan kampung. Itu juga tentang kepedulian—saling membantu ketika ada warga yang membutuhkan, ketika ada yang berduka, atau saat ada kegiatan sosial. Kalau kita rukun, kampung ini akan kuat,” katanya.
Lebih jauh, ia mengajak warga menjadikan momentum Ramadan sebagai titik tolak untuk memperbaiki diri, bukan hanya secara spiritual, tetapi juga secara sosial.
“Ramadan mengajarkan kita tentang kesabaran, empati, dan berbagi. Semoga semangat itu tidak berhenti di masjid saja, tetapi juga tercermin dalam cara kita memperlakukan sesama,” tutur Sairudin.
Kekompakan warga RW 02 Gempol Wetan pagi itu menjadi gambaran kecil dari wajah Indonesia yang sering dirindukan: masyarakat yang guyub, peduli, dan mau bergerak bersama. Menyambut Ramadan, mereka tak hanya membersihkan lingkungan, tetapi juga menyiapkan ruang sosial yang lebih hangat dan harmonis.
Di antara suara sapu yang menyentuh tanah dan canda para warga, Gempol Wetan seolah mengirim pesan sederhana: menyambut bulan suci bukan hanya soal ibadah personal, tetapi juga tentang merawat ruang bersama tempat kehidupan dijalani.
(Pis/Red*)















