Diklat Dakwah Albaqo–IKAMAH 2026 Resmi Digelar, Cetak Dai Muda Siap Bangun Ummat Cilegon

banner 120x600

CILEGON, WILIP.ID – Gerakan dakwah berbasis pelajar kembali ditegaskan di Kota Baja. Rabu (25/2/2026) pukul 09.30 WIB, Diklat Dakwah Albaqo–IKAMAH 2026 resmi dibuka oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kota Cilegon, H. Rahmatullah, mewakili Wali Kota Cilegon. Kegiatan ini menjadi momentum strategis membangun kualitas ummat melalui penguatan kapasitas santri dan pelajar.

Acara pembukaan berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah tokoh penting, mulai dari Camat Purwakarta, Lurah Pabean, Ketua Yayasan Albaqo, Koordinator Presidium IKAMAH, Pimpinan Pesantren Banu Alqomar, hingga para kepala madrasah dan dewan guru MI, MTs, dan MA Al-Khairiyah Karangtengah.

Mengusung tema “Dakwah Sebagai Gerakan Membangun Kualitas Ummat di Cilegon”, kegiatan ini tak sekadar seremoni tahunan. Ia diproyeksikan menjadi ruang kaderisasi dai muda yang adaptif terhadap tantangan zaman.

Kabag Kesra Kota Cilegon H. Rahmatullah menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya diklat tersebut. Ia menilai forum ini sebagai media strategis bagi santri dan pelajar untuk mengasah kemampuan berdakwah secara kontekstual.

“Kami bangga dan berterima kasih atas terselenggaranya Diklat Dakwah ini. Tema yang diangkat sangat relevan. Kami berharap kegiatan ini benar-benar memberi kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas ummat di Cilegon dalam berbagai aspek,” tegasnya.

Senada dengan itu, Camat Purwakarta Suadillah menilai kegiatan ini sebagai langkah tepat di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks. Pendidikan dakwah, menurutnya, bukan sekadar melatih kemampuan ceramah, tetapi membentuk karakter dan visi kepemimpinan generasi muda.

Ia bahkan menyoroti kiprah alumni Karangtengah yang telah berkontribusi di level nasional. “Ini bukti bahwa pembinaan yang konsisten akan melahirkan kader-kader unggul,” ujarnya.

Ketua Yayasan Albaqo, KH. Muktillah, menegaskan bahwa Diklat Dakwah bukan program dadakan. Kegiatan ini telah lama menjadi tradisi intelektual dan spiritual di lingkungan Madrasah Al-Khairiyah Karangtengah.

“Alhamdulillah, dari kegiatan seperti inilah lahir alumni-alumni yang kini berkiprah di bidang dakwah dan berbagai sektor lainnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Koordinator Presidium IKAMAH, Dr. Nurdin Sibaweh, menekankan bahwa Diklat Dakwah 2026 merupakan kolaborasi strategis antara IKAMAH dan Albaqo. Model pelatihannya dirancang lebih progresif dengan menghadirkan alumni yang telah berkiprah di dalam dan luar negeri, termasuk lulusan perguruan tinggi internasional serta profesional di lembaga negara dan berbagai profesi.

Menurutnya, dakwah hari ini tak lagi bisa dimaknai secara sempit.

“Dakwah bukan hanya ceramah di mimbar. Dakwah bisa melalui profesi, karya, media, bahkan industri. Para peserta perlu dibekali metode yang beragam dan relevan dengan tantangan zaman,” tegas Nurdin.

Sebanyak 150 peserta mengikuti diklat ini. Mereka akan mendapatkan materi dari pakar, akademisi, ulama, kiai, penceramah, hingga praktisi industri dan media. Komposisi pemateri yang beragam ini menunjukkan keseriusan panitia dalam membangun pendekatan dakwah multidisipliner.

Ketua Panitia, Ahyani, menjelaskan bahwa diklat ini tak berhenti pada teori di ruang kelas. Pasca pelatihan, peserta akan langsung diterjunkan ke masyarakat dengan pendampingan alumni dan dewan guru.

Hal itu diperkuat oleh Steering Committee (SC), Ferdiyan (Cand) Ph.D. Ia memastikan bahwa output kegiatan ini adalah aksi nyata di lapangan.

“Setelah diklat, para pelajar dan santri akan terjun langsung berdakwah di tengah masyarakat. Harapannya, mereka mampu berkontribusi dalam membangun kualitas ummat di Cilegon secara konkret,” ujarnya.

Diklat Dakwah Albaqo–IKAMAH 2026 menjadi bukti bahwa kaderisasi dai muda di Cilegon tak berjalan di tempat. Di tengah tantangan era digital, arus informasi tanpa batas, dan perubahan sosial yang cepat, gerakan dakwah dituntut lebih cerdas, inklusif, dan solutif.

Dan dari Karangtengah, langkah itu kembali dimulai.

 

(Pis/Red*)